Jakarta

Update Berapa Korban Gunung Marapi? 22 Pendaki Meninggal Dunia, Pencarian Korban Masih Dilakukan

Ainun Kusumaningrum | 6 Desember 2023, 06:43 WIB
Update Berapa Korban Gunung Marapi? 22 Pendaki Meninggal Dunia, Pencarian Korban Masih Dilakukan

AKURAT JAKARTA - Berapa korban gunung Marapi? Tercatat update saat ini 22 pendaki meninggal dunia akibat erupsi gunung Marapi.

Petugas gabungan SAR kembali menemukan pendaki Gunung Marapi dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa sore (5/12).

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan, korban meninggal dunia erupsi Marapi, mencapai 22 hingga Selasa sore (5/12).

Baca Juga: Berapa Korban Gunung Marapi? 13 Pendaki Ditemukan Meninggal Dunia oleh Petugas

Namun sampai saat ini baru 18 jenazah yang berhasil dievakuasi. Empat jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi dari puncak Gunung Marapi.

“Saat ini sampai pukul 18.30 WIB sudah terevakuasi sebanyak 18 korban yang meninggal,” katanya kepada wartawan.

Menurut Abdul seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi telah dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar di Bukittinggi untuk menjalani proses identifikasi.

Baca Juga: Kampanye di Pesanggrahan, AHY Didampingi Caleg Melani dan Ali Johan, Targetkan Raih Kursi DPR dari Tiga Dapil Jakarta

Lima jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim dari Disaster Victim Identification (DVI).

Sedangkan, 13 lainnya masih diserahkan ke rumah sakit. Ini belum dapat data dari dokter tim DVI.

Sementara itu, total pendaki yang berada di Gunung Marapi saat erupsi mencapai 75 pendaki.

Baca Juga: Wibu Merapat! Festival Anime Asia Bakal Digelar di Jakarta Tahun Depan, Jangan Sampai Ketinggalan, Pantau Terus Infonya

Dari jumlah itu, 40 orang sudah dievakuasi dalam keadaan selamat dan telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Sementara 12 pendaki lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Sedangkan 22 pendaki dinyatakan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

"Tim masih turun ke bawah. Ini masih hujan lebat mungkin akan menjadi penghambat bagi tim untuk turun. Setelah reda mungkin akan dilakukan evakuasi kembali,” jelas Abdul.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.