Kepala Desa Wonua Raya Bongkar Kelakuan Polisi yang Peras Guru Honor Rp 50 Juta Karena Dituduh Aniaya Anaknya di SDN Baito, Begini Katanya

AKURAT JAKARTA - Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi kepada guru honorer, Supriyani, di SDN 4 Baito Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mendapat perhatian publik.
Kali ini giliran Kepala Desa Wonua Raya, tempat tinggal Supriyani, yang membongkar kelakuan oknum polisi yang minta uang Rp 50 juta ke Supriyani.
Kepala Desa Wonua Raya, Rokimin, membenarkan adanya permintaan uang Rp 50 juta dan surat pengunduran diri dari Supriyani, atas kasus tuduhan penganiayaan terhadap murid SDN 4 Baito, yang merupakan anak dari oknum polisi tersebut.
Bahkan, Rokimin mengungkapkan, pihak Supriayani sudah menyiapkan uang damai yang akan diserahkan ke oknum polisi tersebut, namun angkanya hanya Rp 10 juta.
Uang tersebut, menurut Rokimin, sudah disiapkan oleh Katiran yang merupakan suami Supriyani.
Katiran mendatangi rumah Rokimin dan menanyakan terkait masalah yang menimpa istrinya yang dituduh menganiaya anak seorang anggota Kepolisian Polsek Baito.
"Nanti saya coba komunikasi dengan pihak Polsek Baito," kata Rokimin kepada Katiran, saat itu.
"Saat di sana, saya bertemu dengan pak Kanit Reskrim bernama Pak Amir. Kanit Reskrim menyampaikan bahwa proses tersebut belum ada titik temu, karena ibu dari D yang merupakan korban, belum bisa mamaafkan dan meminta Waktu," lanjutnya.
Katiran juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan uang 10 juta. Kemudian, Rokimin pun menyampaikan adanya uang Rp 10 juta itu ke Kanit Reskrim.
Namun, setelah Kanit Reskrim menyampaikan hal itu ke keluarga korban, pihak Aipda Wibowo Hasyim yang merupakan ayah korban, mangatakan masih belum bisa menerima.
Mendapatkan jawaban itu, Rokimin kembali menyampaikan ke Katiran dan menanyakan berapa kira-kira kesanggupannya.
“Katiran mengungkapkan bahwa dirinya menyiapkan Rp 20 juta. Saya pun kembali menyampaikan ke Kanit,” paparnya.
Menurut Rokimin, munculnya angka 50 juta itu setelah Kanit Reskrim memperlihatkan tangan dengan 5 jari.
“Dijawab begini, 5 jari, berarti kan Rp 50 juta, lalu saya sampaikan ke suami Supriyani," tambahnya.
Karena pihak Supriyani tidak menyanggupi, maka diputuskan kasusnya lanjut ke pengadilan.
Terpisah, Aipda Wibowo Hasyim yang merupakan ayah dari anak SD tersebut, dalam sebuah video menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah meminta uang Rp 50 juta.
Aipda Wibowo menyampaikan, pada awal telah dilakukan mediasi, namun Supriyani tetap menolak mengakui perbuatannya.
“Sejak pertama mediasi yang didampingi Kepala Sekolah, kami meminta waktu untuk berfikir,” paparnya.
Baca Juga: Perusahaan Textil Raksasa PT Sritex Dinyatakan Pailit, Para Pekerja Terancam PHK Tanpa Pesangon
Menurut Aipda Wibowo, mediasi dilakukan sebanyak 4 kali. "Mediasi pertama didampingi oleh Kepala Sekolah, kemudian kedua kali didampingi oleh Kepala Desa dan mereka datang sendiri 2 kali,” paparnya.
Hingga kini Supriyani tetap membantah melakukan perbuatan penganiayaan sebagaimana yang dituduhkan oknum polisi tersebut. Bahkan, dirinya tidak mengajar anak anggota Polisi yang diduga dianiaya itu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih





