Kuasa Hukum Jokowi Bantah Soal Tuduhan Ijazah Palsu: Itu Fitnah yang Kejam

AKURAT JAKARTA - Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan buka suara soal tuduhan yang dilayangkan kepada kliennya.
Yakup, saat mendampingi Joko Widodo untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya, menuturkan bahwa apa yang disampaikan publik mengenai ijazah palsu adalah fitnah dan tuduhan kejam.
"Kami sampaikan bahwa fitnah dan tuduhan-tuduhan tersebut itu sangat-sangat kejam. Karena telah merusak nama baik dan martabat Pak Jokowi, berdampak bagi nama baik keluarga dan yang tidak kalah penting ini juga merusak nama baik rakyat Indonesia," jelas Yakup.
Baca Juga: Dituduh Palsu, Jokowi Persilahkan Polisi untuk Periksa Ijazahnya Pakai Digital Forensik
Dalam wawancaranya, ia menuturkan bahwa permasalahan ijazah palsu yang dihadapi Jokowi justru semakin panjang dan berlarut.
Sehingga pihaknya memilih untuk melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya.
"Selama ini mungkin Pak Jokowi diam. Selama ini, khususnya ketika beliau menjabat, beberapa bulan terakhir juga kami ikuti terus perkembangannya. Beberapa kali juga sudah kami berikan imbauan secara resmi press conference. Berupa statement ditempat umum, juga sudah kami berikan. Tapi terus dilakukan oleh beberapa pihak," tegasnya.
Baca Juga: Dinilai Berlarut-larut, Jokowi Laporkan Soal Tudingan Ijazah Palsu ke Polda Metro Jaya
Adapun menurut penuturan kuasa hukum Jokowi, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari langkah untuk menjadikan permasalahan terang benderang.
"Agar semuanya terang benderang. Agar kebenaran dapat terlihat dan agar nama baik Pak Jokowi dan nama baik rakyat Indonesia dapat dipulihkan dan dijaga juga. Sehingga hal ini tidak terjadi lagi" tambahnya.
Sebelumnya, Yakup menyebut pihak terlapor masih dalam penyelidikan.
Dirinya menuturkan sudah ada sejumlah pihak yang disebut dalam kasus ijazah palsu yakni RS, ES, T, K, dan RS.
Terkait pasal yang diduga dilakukan, Yakup membeberkan beberapa pasal.
Seperti pasal 310 KUHP, pasal 311 KUHP, UU ITE 27 A dan juga pasal 32 serta pasal 35.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


