Bukan Ulama Palestina atau Aktivis Gaza, Begini Sosok Asli Buronan Interpol Abdul Karim

AKURAT JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meluruskan simpang siur informasi terkait penangkapan buronan Interpol, Abdul Karim Raeq Miqdad.
Yusril menegaskan bahwa Abdul Karim bukanlah seorang ulama Palestina maupun aktivis kemanusiaan Gaza sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Penegasan ini disampaikan Menko Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7/2026), guna menanggapi opini liar yang menuding pemerintah menangkap tokoh agama asal Palestina.
Baca Juga: Lovina Festival 2026 Siap Digelar, Ada Lomba Unik hingga Pentas Budaya yang Sayang Dilewatkan
"Ada opini-opini yang berkembang bahwa Pemerintah Indonesia menangkap dan mendeportasi seorang ulama Palestina," ujar Yusril.
Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar Palestina untuk memastikan latar belakang yang bersangkutan.
Berdasarkan penelitian dokumen dan paspor, Abdul Karim (41) dipastikan merupakan warga sipil biasa yang bergerak di bidang bisnis, bukan ulama atau pejuang kemanusiaan.
Meski telah tinggal di Indonesia selama tiga tahun, berkeluarga, dan sering bepergian ke luar negeri, tidak ditemukan rekam jejak yang mengaitkannya dengan aktivitas kemanusiaan di Jalur Gaza. Menurut Yusril, jika yang bersangkutan memang seorang ulama, namanya tentu sudah dikenal publik lewat kegiatan dakwah atau tabligh.
Ditangkap di Tangerang dan Dideportasi ke Siprus
Abdul Karim ditangkap di kawasan Tangerang, Banten, pada Kamis (16/7/2026), menyusul terbitnya red notice dari Interpol Siprus. Ia kemudian resmi dideportasi ke Siprus pada Jumat (17/7/2026) untuk menjalani proses hukum atas tuduhan tindak pidana terorisme berdasarkan bukti permulaan.
Menko Yusril juga membantah keras tuduhan bahwa Abdul Karim akan diserahkan ke pihak Israel. Pemerintah Indonesia telah mengantongi komitmen dari otoritas terkait agar yang bersangkutan diadili transparan di Pengadilan Siprus.
"Setelah saya bertemu dengan Duta Besar Siprus, maka Kementerian Luar Negeri RI juga akan menyampaikan nota diplomatik resmi kepada Pemerintah Siprus untuk mendapatkan jaminan kepastian tidak akan ada deportasi lanjutan dari Siprus," tegas Yusril.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




