Mario Dituntut 12 Plus 7 Tahun Penjara Ganti Restitusi, Pengacara David Sebut Sebagai Terobosan Baru

AKURAT.CO - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mario Dandy dengan hukuman 12 tahun penjara.
Tak hanya itu, Mario juga dituntut membayar restitusi atau ganti rugi sebesar Rp 120 miliar. Apabila tak mampu membayar restitusi, tuntutan ditambah 7 tahun penjara.
Menanggapi hal itu, Mellisa Anggraini selaku kuasa hukum David Ozora, mengaku senang dengan tuntutan yang ditunjukan kepada Mario.
Baca Juga: Mario Dituntut 12 Tahun Penjara, Jaksa: Hal yang Meringankan Nihil
Menurutnya tuntuntan yang diberikan Jaksa merupakan terobosan baru.
Maka itu, diharapkan putusan hakim nanti tetap sama dengan tuntutan Jaksa atau lebih progresif.
"Saya pikir ini terobosan luar biasa, tidak hanya melepaskan pada normatif, tadi saya lihat jaksa menganalogikan dan mengambil beberapa pertimbangan pertimbangan Yurisprudensi ketika restitusi tak dibayarkan apa pengganti yang layak," katanya di PN Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2023).
Namun, dirinya mengaku puas dengan tuntutan yang diberikan Jaksa. Mengingat apa yang dilakukan Mario terhadap David sangat tidak manusiawi dan brutal.
Baca Juga: Tidak Sanggup Bayar Restitusi, Mario Dapat Tambahan 7 Tahun Penjara
"Sehingga saya rasa 7 tahun itu pasti sudah berdasarkan pertimbangan dan apabila tak dibayarkan totalnya masih 19 tahun terhadap si terdakwa," jelasnya.
Menurutnya , tuntutan Jaksa itu sesuai harapan pihaknya. Dimana, Mario diberikan tuntutan penjara maksimal dan ada tambahan tahanan jika tidak membayar restitusi yang diajukan.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar hakim memberikan putusannya nanti sesuai harapan sesuai tuntutan Jaksa.
"Kami harap tuntutan hari ini akan menjadi langkah bagi majelis hakim dalam menentukan dan memberikan vonis hukum putusan yang berkeadilan bagi korban, yang memberikan kepastian hukum keadilann itu buat seluruhnya, kesejahteraan keadilan semuanya tuk kepentingan korban," jelasnya.
"Dalam hal ini sama seperti disampaikan Jaksa. Kami harap hakim juga memberikan putusan yang progresif," sambung Melissa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


