Dua Wilayah di Jakarta Ini Berpotensi Terjadi Tanah Longsor, BNPB DKI Minta Warga Waspada saat Curah Hujan di Atas Normal

AKURAT JAKARTA - BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI Jakarta menghimbau masyarakat serta para lurah dan camat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor saat curah hujan melebihi normal.
Berdasarkan data dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa wilayah di Jakarta memiliki potensi terjadinya tanah longsor.
Informasi ini diperoleh melalui overlay antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.
Baca Juga: Ini 4 Poin Permintaan Maaf Wanda Hara, Akui Kurang Ilmu Hingga Teguran dari Allah SWT
Isnawa Aji, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, menginstruksikan agar camat, lurah, dan masyarakat aktif memantau kondisi lingkungan mereka, terutama daerah yang dekat dengan aliran sungai atau tebing.
“Dengan meningkatnya curah hujan, risiko tanah longsor juga meningkat. Tim TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat harus terus memonitor situasi. Jika diperlukan, BPBD dan instansi terkait akan segera melakukan tindakan,” ujar Isnawa.
Isnawa juga mendorong masyarakat untuk menanam pohon di area rawan longsor yang minim vegetasi sebagai upaya pencegahan.
Alternatif lainnya termasuk membuat bronjong dan turap mandiri untuk mengurangi risiko tanah bergerak atau bergeser.
“Masyarakat dapat secara swadaya atau kolektif melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalkan dampak serius dari hujan lebat. Lokasi yang telah dipetakan akan dikoordinasikan dengan Dinas SDA untuk tindakan teknis di lapangan. Penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh,” jelas Isnawa.
Menurut PVMBG, beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta yang berada di Zona Menengah dengan potensi tanah longsor meliputi:
Baca Juga: Jawaban Adem Ustaz Hanan Attaki untuk Wanda Hara Usai Bikin Heboh Pakai Cadar di Acara Kajiannya
1. Jakarta Selatan, mencakup Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
2. Jakarta Timur, mencakup Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo.
Di Zona Menengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan melebihi normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing, atau jika lereng terganggu.
Baca Juga: Usai Viral Karena Disebut Mengandung Bahan Kosmetik, Manajemen AOKA Sebut Produknya Lolos BPOM
Di Zona Tinggi, tanah longsor lama dapat aktif kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


