Kronologi Seorang Ibu di Pamulang Tangsel Meninggal Dunia Usai Antre Beli Gas 3 Kilogram Berjam-jam

AKURAT JAKARTA - Begini kronologi seorang ibu di Pamulang Tangsel meninggal dunia usai antre beli gas 3 kilogram.
Diketahui kelangkaan gas elpiji 3 kg sedang ramai diperbincangkan hingga saat ini. Termasuk di Pamulang Tangsel.
Warga diharuskan membeli gas elpiji 3 kg di agen resmi, namun justru menimbulkan masalah baru.
Baca Juga: Hadiri 5P Kids Symposium di Roma, Arsjad Rasjid Komitmen Soal Masa Depan Anak-anak
Oleh karena gas elpiji 3 kg ini langka di warung-warung, warga harus banyak yang mengantri membeli di agen resmi.
Seorang ibu berinisial Y (62) meninggal dunia setelah kelelahan mengantre membeli gas elpiji 3 kg.
Kronologi Kejadian
Pada Senin, 3 Januari 2025, ibu berinisial Y seorang warga Pamulang Barat, Tangerang Selatan, seharian mengantre membeli gas elpiji 3 kg.
Dia berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00 WIB dan berjalan kaki sekitar 500 meter menuju pangkalan gas dengan membawa 2 buah tabung gas.
Setelah berhasil mendapatkan gas, ia merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat di sebuah toko.
Namun, saat itu juga Y tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal dunia.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa Y ke rumah sakit, namun memang kondisinya sudah meninggal dunia.
Kematian Y ini diduga disebabkan oleh kelelahan akibat mengantre dalam waktu yang lama.
Kondisi cuaca yang panas dan harus mengantri panjang di pangkalan gas dalam waktu yang lama diperkirakan memperparah kondisi kesehatannya
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena mengungkap dampak buruk dari kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Banyak masyarakat, terutama lansia, yang harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas, bahkan rela berjalan kaki jauh.
Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi fisik yang lemah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




