e-KTP Langsung Jadi di Sekolah? Ini Terobosan Baru Pemkot Jakarta Selatan untuk Para Siswa dan Warga

AKURAT JAKARTA - Dalam upaya mengejar pemerataan administrasi kependudukan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerapkan strategi jemput bola yang unik dan menyentuh langsung masyarakat, termasuk para pelajar.
Inovasi ini tak hanya menyasar warga di lingkungan perumahan, tetapi juga merambah ke sekolah-sekolah, demi mempercepat perekaman KTP elektronik (e-KTP) bagi penduduk yang belum melakukannya.
Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin, menyebutkan bahwa masih ada lebih dari 1.000 warga di wilayahnya yang belum terekam dalam sistem e-KTP.
Untuk itu, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Selatan aktif melakukan kunjungan langsung ke titik-titik strategis.
Salah satu lokasi yang disasar adalah SMA Labschool Kebayoran.
"Ada sekitar 1.000 lebih penduduk Jakarta Selatan yang belum melakukan perekaman KTP elektronik dan salah satunya yang kita kerjakan melalui Sudin Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan dengan melakukan jemput bola," kata Munjirin dikutip dari ANTARA, Selasa (22/4/2025).
Tak hanya itu, Munjirin juga menjelaskan bahwa para siswa yang telah melakukan perekaman tidak perlu repot mengambil KTP ke kantor Dukcapil.
KTP fisik akan langsung dibagikan di sekolah dan dapat segera diaktivasi sebagai identitas digital.
“Jadi pada saat ini sudah langsung bisa aktivasi,” ujarnya.
Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Ini Pesan Terakhirnya
Program ini sudah memasuki hari kedua dan dikhususkan untuk siswa kelas 11.
Hari sebelumnya, sebanyak 70 siswa telah menjalani proses perekaman.
Kepala SMA Labschool, Suparno, menyambut baik program ini.
Bahkan, efek positifnya menjalar ke seluruh komunitas sekolah.
“Ternyata di luar itu banyak juga guru dan karyawan yang memperbaharui dengan KTP elektroniknya. Jadi ini satu efek pengiring yang baik dengan tadinya sasarannya siswa tapi lainnya juga," jelasnya.
Dengan populasi Jakarta Selatan yang mencapai 2,3 juta jiwa dan kepadatan hingga 15.000 jiwa per km², strategi seperti ini diharapkan dapat mempercepat penuntasan data kependudukan sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 3Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 5Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 6Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 7Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 8Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




