Jakarta

Gelar Sarasehan, Pemkab Tangerang Komitmen Genjot Produk Olahan Perikanan Bermutu dan Berdaya Saing Global, Berikut 4 Langkah Strategisnya!

Sastra Yudha | 29 Agustus 2025, 09:08 WIB
Gelar Sarasehan, Pemkab Tangerang Komitmen Genjot Produk Olahan Perikanan Bermutu dan Berdaya Saing Global, Berikut 4 Langkah Strategisnya!

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor perikanan sebagai penopang ekonomi daerah melalui penguatan produk olahan yang bermutu, sehat, dan berdaya saing global.

Hal ini mengemuka dalam Sarasehan Perikanan Tahun 2025 yang digelar di Hotel Lemo Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (27/8/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi, Muchamad Solehudin, menyebutkan bahwa potensi perikanan di wilayah Tangerang sangat besar.

Baca Juga: Liburan Lebih Aman, Ini 5 Pilihan Asuransi Perjalanan untuk Kamu yang akan Traveling ke Luar Negeri

Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga harus dikelola menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.

“Kita harus mampu mengelola sumber daya ini dengan baik, tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian, tetapi juga menghadirkan produk olahan perikanan yang bermutu, aman, sehat, dan berdaya saing," tegasnya.

"Produk olahan inilah yang memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya dalam Sarasehan dengan tema: Wujudkan Produk Olahan Perikanan yang Bermutu dan Berdaya Saing.

Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang harus menjadi perhatian bersama dalam meningkatkan perekonomian di sektor perikanan, yaitu:

Baca Juga: Basri Baco Dukung PAM Jaya Jadi Perseroda, Harus Tetap Pegang Kendali Fungsi dan Kontrol

Pertama, peningkatan kualitas produksi melalui penerapan teknologi pengolahan yang higienis, efisien, dan ramah lingkungan.

Dengan demikian, produk perikanan dari Kabupaten Tangerang bisa memenuhi standard kesehatan dan keamanan pangan, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Kedua, penguatan sertifikasi dan standar mutu.

Menurutnya, produk olahan perikanan tidak cukup hanya enak, tetapi juga harus memiliki jaminan mutu dan sertifikasi yang diakui agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ketiga, inovasi produk.

Tren konsumsi masyarakat terus berubah, sehingga kreativitas dalam menciptakan variasi rasa, kemasan yang menarik, serta kandungan gizi yang terjaga menjadi syarat agar produk olahan perikanan tetap diminati.

Keempat, pemasaran yang adaptif.

Di era digital, strategi pemasaran tidak bisa hanya mengandalkan pasar tradisional. Pemanfaatan platform e-commerce dan media digital menjadi kunci agar produk perikanan dari Kabupaten Tangerang dapat dikenal lebih luas, bahkan menembus pasar global.

Baca Juga: Banyak Fasum yang Dirusak Massa Aksi Demo DPR, Gubernur Pramono: Segera Kita Perbaiki

"Saya berharap dari sarasehan ini lahir gagasan dan langkah nyata yang membuat produk olahan perikanan Kabupaten Tangerang semakin berkualitas dan inovatif,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, menegaskan bahwa sarasehan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan upaya konkret untuk mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan.

“Kami ingin memastikan produk olahan perikanan Kabupaten Tangerang tidak hanya kuat di pasar lokal, tapi juga mampu bersaing di tingkat nasional," ungkapnya.

Sarasehan ini, lanjutnya, juga menjadi wadah yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antar pihak.

"Untuk itu, kemitraan dengan dunia usaha dan ritel sangat penting, karena distribusi yang efisien dengan jaminan kualitas akan memperbesar peluang pasar,” kata Rudi.

Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini 5 Manfaat Utama Asuransi Perjalanan Bagi Traveler

Kabupaten Tangerang memiliki potensi sumber daya perikanan melimpah, mulai dari perikanan tangkap di pesisir, budidaya air tawar, hingga sektor pengolahan. Namun, tantangan pengembangan sektor ini cukup kompleks.

Dari aspek produksi, masih ada pelaku usaha kecil yang kesulitan mengakses teknologi modern.

Dari sisi pemasaran, banyak produk olahan ikan yang belum memiliki sertifikasi, sehingga sulit masuk ke pasar ritel besar atau ekspor.

Sehingga, lanjut Rudi, keberhasilan sektor ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama dari hulu sampai hilir agar ekosistem perikanan di Kabupaten Tangerang benar-benar berdaya saing,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.