Bisa Dilihat Mata Telanjang, Jangan Lewatkan Fenomena Blue Moon pada 30-31 Agustus

AKURAT.CO - Akhir Agustus 2023 terdapat dua supermoon tepatnya tanggal 30 dan 31. Supermoon yang sekaligus juga adalah Blue Moon ini, termasuk jarang terjadi.
Blue Moon adalah peristiwa langka yang biasanya terjadi kira-kira setiap dua setengah tahun.
Agustus tahun ini akan menjadi tuan rumah bagi terjadinya dua bulan purnama, dan istimewanya lagi, keduanya merupakan supermoon.
Baca Juga: Rumput Lapangan JIS Baru Standar FIFA, Jadi Nih Tuan Rumah Piala Dunia U-17
Blue Moon bisa dilihat dari mana saja dengan mata telanjang, asalkan langit cerah.
JIka ungin mengamati peristiwa ini, bisa cari lokasi yang jauh dari lampu perkotaan untuk mendapatkan pemandangan yang paling jelas.
Bisa menggunakan teleskop bahkan teropong yang bagus untuk meningkatkan pengalaman menyaksikan keindahan langit malam.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Cideng Berasal dari Bahasa Sunda
Dikutip dari Earth.com, supermoon terjadi ketika orbit Bulan purnama membuatnya paling dekat dengan Bumi.
Dijelaskan oleh NASA, orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak melingkar sempurna melainkan berbentuk seperti oval memanjang, atau elips.
Hal ini menyebabkan Bulan berosilasi antara jarak yang lebih dekat dan lebih jauh dari planet asal kita saat menyelesaikan siklus orbitnya.
Baca Juga: Mantap! Bank DKI Terima 2 Penghargaan dari Infobank Award 2023
Titik terjauh yang ditempuh Bulan dari Bumi disebut sebagai apogee, yakni ketika Bulan berada pada jarak rata-rata 405 ribu km.
Sebaliknya, titik ketika Bulan paling dekat dengan Bumi dikenal sebagai perigee, dengan jarak Bulan kira-kira 360 ribu km dari Bumi.
Pada tahap perigee itulah supermoon terjadi, saat Bulan purnama sejajar dengan jarak terdekat Bulan ke Bumi.
Jika diamati dari Bumi, supermoon cenderung tampak lebih besar dan lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa, meski perbedaannya tipis.
Siklus supermoon tahun ini sangat istimewa karena keempat kejadian tersebut terjadi secara berurutan. Supermoon pertama tahun ini muncul pada 3 Juli, dan supermoon terakhir dari seri ini akan terjadi pada 29 September.
Istilah Bulan biru atau Blue Moon tidak mengacu pada warna Bulan melainkan frekuensinya. Blue Moon adalah nama yang diberikan untuk Bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender.
Karena purnama umumnya muncul setiap 29 hari, dan karena sebagian besar bulan terdiri dari 30 atau 31 hari, ada kemungkinan dua purnama jatuh dalam bulan yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








