Jakarta

Dua Wilayah di Jakarta Ini Berpotensi Terjadi Tanah Longsor, BNPB DKI Minta Warga Waspada saat Curah Hujan di Atas Normal

Ani Nur Iqrimah | 22 Juli 2024, 21:29 WIB
Dua Wilayah di Jakarta Ini Berpotensi Terjadi Tanah Longsor, BNPB DKI Minta Warga Waspada saat Curah Hujan di Atas Normal

AKURAT JAKARTA - BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI Jakarta menghimbau masyarakat serta para lurah dan camat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor saat curah hujan melebihi normal.

Berdasarkan data dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa wilayah di Jakarta memiliki potensi terjadinya tanah longsor.

Informasi ini diperoleh melalui overlay antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.

Baca Juga: Ini 4 Poin Permintaan Maaf Wanda Hara, Akui Kurang Ilmu Hingga Teguran dari Allah SWT

Isnawa Aji, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, menginstruksikan agar camat, lurah, dan masyarakat aktif memantau kondisi lingkungan mereka, terutama daerah yang dekat dengan aliran sungai atau tebing.

“Dengan meningkatnya curah hujan, risiko tanah longsor juga meningkat. Tim TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat harus terus memonitor situasi. Jika diperlukan, BPBD dan instansi terkait akan segera melakukan tindakan,” ujar Isnawa.

Isnawa juga mendorong masyarakat untuk menanam pohon di area rawan longsor yang minim vegetasi sebagai upaya pencegahan.

Baca Juga: Golkar DKI Desak Pemprov Segera Revisi Perda No.8 Sebagai Landasan Hukum Sekolah Gratis, Baco: Mohon ini Jadi Super Prioritas!

Alternatif lainnya termasuk membuat bronjong dan turap mandiri untuk mengurangi risiko tanah bergerak atau bergeser.

“Masyarakat dapat secara swadaya atau kolektif melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalkan dampak serius dari hujan lebat. Lokasi yang telah dipetakan akan dikoordinasikan dengan Dinas SDA untuk tindakan teknis di lapangan. Penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh,” jelas Isnawa.

Menurut PVMBG, beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta yang berada di Zona Menengah dengan potensi tanah longsor meliputi:

Baca Juga: Jawaban Adem Ustaz Hanan Attaki untuk Wanda Hara Usai Bikin Heboh Pakai Cadar di Acara Kajiannya

1. Jakarta Selatan, mencakup Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

2. Jakarta Timur, mencakup Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo.

Di Zona Menengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan melebihi normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing, atau jika lereng terganggu.

Baca Juga: Usai Viral Karena Disebut Mengandung Bahan Kosmetik, Manajemen AOKA Sebut Produknya Lolos BPOM

Di Zona Tinggi, tanah longsor lama dapat aktif kembali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.