Jakarta

Luncurkan Sekolah Gender Kabupaten Tangerang, Wabup Intan Dorong Peran Perempuan Sebagai Solusi Pembangunan

M Rahman Akurat | 20 Februari 2026, 08:01 WIB
Luncurkan Sekolah Gender Kabupaten Tangerang, Wabup Intan Dorong Peran Perempuan Sebagai Solusi Pembangunan

AKURAT JAKARTA - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi meluncurkan Sekolah Gender Angkatan I Tahun 2026.

Acara peresmian Sekolah Gender ini berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati Tangerang, pada Kamis (19/02/2026).

Program inovatif ini digagas sebagai wadah transformasi pemikiran dan ruang belajar bagi kaum perempuan di wilayah Tangerang.

Baca Juga: Jangan Asal Beli! Simak 6 Tips Memilih Kurma Berkualitas Bagus agar Tak Tertipu

Tujuan pelucuran Sekolah Gender ini sangat jelas, yaitu memperkuat kapasitas perempuan agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa Sekolah Gender merupakan langkah strategis untuk mencetak kader perempuan yang berkualitas dari berbagai organisasi.

"Sekolah Gender ini memberikan banyak wawasan untuk kader-kader perempuan agar mereka bisa memberikan kontribusi pemikiran dan solusi konkret bagi pembangunan Kabupaten Tangerang ke depannya," ujar Intan Nurul Hikmah.

Berbeda dengan pelatihan konvensional, Sekolah Gender Kabupaten Tangerang menerapkan sistem evaluasi yang ketat dan berbasis output.

Para peserta tidak hanya dibekali materi keilmuan, tetapi juga dituntut untuk mengimplementasikannya di lapangan.

Baca Juga: Prediksi Skor Brest vs Marseille di Ligue 1, 21 Februari 2026: Ujian Konsistensi Les Pirates di Kandang

Menurut Wabup Intan, penilaian peserta akan didasarkan pada kualitas gagasan, yaitu sejauh mana ide yang dihasilkan dapat menjawab tantangan daerah.

"Mereka akan dinilai dari karya tulis dan aksi sosialnya. Kami ingin melihat bagaimana mereka memberikan masukan kepada pemerintah daerah dari sudut pandang (point of view) gender," ungkapnya.

Dengan hadirnya Sekolah Gender ini, Pemkab Tangerang berharap adanya peningkatan partisipasi aktif perempuan dalam setiap lini pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan.

Karena itu, Sekolah Gender akan membahas tema yang beragam di setiap angkatannya agar mencakup seluruh aspek permasalahan sosial di Kabupaten Tangerang.

Salah satu isu krusial yang diangkat adalah peran perempuan dalam pengelolaan sampah. Dia menyebut bahwa perempuan sebagai komandan rumah tangga memiliki peran sentral dalam manajemen limbah domestik.

Baca Juga: Dari yang Mahal hingga Ekonomis, Ini 6 Kurma Favorit Orang Indonesia

"Ibu-ibu adalah pengelola utama sampah di rumah. Saya ingin perempuan maupun organisasi yang menaunginya memiliki solusi dan mekanisme yang konkret penanganan sampah, yang bisa menjadi masukan bagi pengambilan keputusan pemerintah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga tingkat kabupaten," imbuhnya

Pemkab Tangerang berharap melalui Sekolah Gender ini, para lulusannya nanti bisa sinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, terutama dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang inklusif dan solutif bagi masyarakat luas.

"Saya berharap melalui Sekolah Gender ini akan lahir agen-agen perubahan, para public campaigner (aktivis publik) yang mampu menyuarakan keadilan secara santun berbasis data," ujarnya.

Peserta sekolah gender juga diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi, mencegah kekerasan, mendampingi yang membutuhkan, serta membangun budaya saling menghormati.

Baca Juga: Tetap Segar Tanpa Kopi, Coba 3 Pilihan Minuman Ini Saat Sahur

Wabup Intan berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh agar materi yang diberikan dapat benar-benar memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan untuk menguatkan peran dan kapasitas kaum perempuan

"Bangun jejaring, perkuat analisis, dan susun rencana aksi yang nyata sesuai dengan isu lokal. Bawalah pulang semangat bahwa keadilan gender bukan hanya agenda kelompok tertentu, melainkan agenda kemanusiaan dan kualitas pembangunan daerah kita," serunya

Pemkab Tangerang, lanjutnya, akan terus mendorong dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Karena pengarusutamaan gender dan inklusi sosial ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus kita kerjakan bersama, secara konsisten dan berkelanjutan.

"Semoga Sekolah Gender Tahun 2026 menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tangerang yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender," pungkasnya.

Baca Juga: Rahasia Pencernaan Lancar Saat Puasa, Ternyata Ini Kuncinya

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman, mengatakan salah satu tujuan Sekolah Gender adalah untuk mendorong parsipasi aktif dan kapasitas kaum perempuan dalam pembangunan

"Kita ingin memperkuat kepemimpinan perempuan serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah," ungkap Asep

Asep berharap melalui Sekolah Gender tersebut dapat melahirkan para penggerak kampanye kesetaraan gender yang mampu menjadi agen perubahan dan mengedukasi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.