Gudang Amunisi Pemberontak TNLA di Myanmar Meledak, 46 Orang Tewas

AKURAT JAKARTA – Insiden ledakan hebat melanda sebuah gudang amunisi dan bahan peledak milik kelompok pasukan pemberontak di wilayah timur laut Myanmar pada Minggu (31/5/2026).
Peristiwa tragis ini dilaporkan menelan sedikitnya 46 korban jiwa, termasuk di antaranya enam anak-anak dan seorang balita berusia satu tahun.
Selain mengakibatkan puluhan warga meninggal dunia, hantaman gelombang kejut dari ledakan tersebut juga memicu kerusakan masif pada infrastruktur pemukiman warga sipil.
Baca Juga: Gaji ke-13 PNS Cair Mulai Hari Ini, Simak Rincian Besaran Nominalnya
Tercatat sekitar 200 unit rumah di Desa Kaung Tat, Negara Bagian Shan, serta 100 unit rumah di Desa Pan Lone yang berada di sekitarnya hancur dan mengalami kerusakan parah.
Pihak Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA) selaku kelompok bersenjata etnis yang menguasai wilayah tersebut mengonfirmasi bahwa insiden maut itu murni akibat kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat.
Berdasarkan penjelasan resmi TNLA, fasilitas yang berada dekat dengan pemukiman tersebut menyimpan material jenis gelignit milik departemen ekonomi mereka yang dialokasikan khusus untuk menunjang operasional industri pertambangan lokal.
Akibat peristiwa ini, sebanyak 74 warga yang mengalami luka-luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Namkham guna mendapatkan perawatan medis intensif.
Rekaman visual dari lokasi kejadian memperlihatkan dampak destruktif berupa kawah besar berisi puing-puing bangunan yang hangus, kepulan asap pekat, serta deretan pohon yang bertumbangan di sekitar pusat ledakan.
TNLA yang dikenal sebagai salah satu faksi bersenjata etnis terkuat penentang junta militer Myanmar kini tengah meluncurkan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi pemicu utama terbakarnya material di gudang tersebut.
Selama ini, banyak kelompok pemberontak di Myanmar mengandalkan sektor penambangan mineral berharga sebagai sumber pendanaan kampanye militer mereka, namun minimnya standar pengawasan keselamatan kerap memicu terjadinya kecelakaan kerja dan runtuhnya area tambang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 3Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 8Kabar Gembira! BSU Rp 900 Ribu untuk Pekerja Cair November-Desember 2026, Ini Syarat Lengkapnya
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



