Trump Berulah! AS Buat Rencana Boikot Operator China, Komunikasi Global Terancam Lumpuh

AKURAT JAKARTA — Kembali buat syok negara sendiri, Donald Trump buat kebijakan baru adanya larangan hubungan kerja sama jaringan (interkoneksi) antara operator telekomunikasi Amerika Serikat (AS) dengan perusahaan telekomunikasi raksasa milik China.
Kebijakan ini memicu dampak serius, di mana AS berpotensi melumpuhkan arus komunikasi internasional dan memecah belah jaringan global.
Meski demikian, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) saat ini tetap akan mengusulkan larangan interkoneksi terhadap tiga korporasi besar bentukan Beijing, yakni China Unicom, China Mobile, dan China Telecom.
Washington berdalih bahwa kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut akan membawa risiko besar terhadap keamanan nasional AS.
Menanggapi rencana agresif Trump ini, pihak China Unicom memperingatkan bahwa regulasi yang dibentuk AS justru akan menjadi bumerang yang merugikan Amerika sendiri.
Hal ini lantaran banyak perusahaan Paman Sam yang memiliki kepentingan bisnis serta rantai pasokan krusial di China.
"Operator telekomunikasi yang didanai China berfungsi sebagai gerbang utama bagi lalu lintas komunikasi yang mengalir antara AS dan China, dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia," tulis pihak China Unicom dalam keterangan resminya yang dikutip dari Reuters, Rabu (10/6/2026).
China Unicom menambahkan bahwa pemutusan hubungan jaringan secara sepihak ini akan berakibat buruk pada tatanan digital dunia.
"Larangan menyeluruh pada interkoneksi dengan entitas-entitas tersebut bakal memecah belah segmen penting pada jaringan komunikasi global," tambahnya.
Baca Juga: Menlu Iran Beri Peringatan Keras ke AS: Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional
Perluasan Blokade Teknologi China
=====
Langkah ketat yang digandeng FCC ini diketahui tidak hanya menyasar pada interkoneksi penyedia layanan komunikasi saja.
Washington juga memblokir hubungan dengan perusahaan mana pun yang nekat memasang perangkat dari vendor yang masuk daftar hitam AS, termasuk raksasa teknologi Huawei dan ZTE.
Sinyal pengetatan ini sejatinya telah bergulir sejak April lalu, di mana FCC berencana melarang perusahaan telekomunikasi China yang memiliki pusat data di AS (Point of Presence) untuk terhubung dengan korporasi lain.
Jika aturan tersebut resmi disahkan, perusahaan-perusahaan telekomunikasi asal China dipastikan harus angkat kaki dan menghentikan seluruh operasional pusat data mereka di tanah Amerika. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







