Tak Diizinkan Menuju Patung Kuda, Aksi Demo Mahasiswa Akan Kembali Berlanjut dalam Dua Pekan Lagi

AKURAT JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (17/7/2026).
Meski aksi telah selesai, koordinator lapangan (korlap) An Nur memastikan demonstrasi akan terus berlanjut dalam beberapa jilid.
Korlap aksi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menilai aparat telah membatasi ruang penyampaian aspirasi massa dengan tidak memberikan akses menuju kawasan Patung Kuda.
Meski demikian, ia memastikan demonstrasi akan kembali digelar sekitar dua pekan mendatang.
An Nur mengatakan pihaknya telah menjadwalkan aksi lanjutan setelah menyelesaikan konsolidasi dan evaluasi internal selama sepekan.
"Kami paling dekat untuk aksi lagi itu 14 hari ke depan. Karena di tujuh hari ke depan kami fokus konsolidasi dan evaluasi. Jadi aksi terdekat adalah 14 hari kemudian. Dan itu akan terus berjalan sesuai dengan skema yang telah kami buat," kata An Nur kepada wartawan.
Menurutnya, massa aksi sengaja ingin menyampaikan aspirasi di kawasan Patung Kuda karena lokasi tersebut dinilai memiliki perhatian publik yang lebih besar. Namun, rombongan mahasiswa dan masyarakat sipil tidak diberi akses menuju titik tersebut.
"Nah, menurut saya bahwasanya ini adalah bentuk-bentuk pembungkaman yang dilakukan oleh rezim ini. Kami dihalangi untuk pergi ke Patung Kuda. Padahal di Patung Kuda itu kami butuh atensi masyarakat saja," ujar An Nur.
"Masyarakat tahu bahwasanya kalian itu lagi nggak baik-baik saja, pemerintahan kalian itu lagi nggak baik-baik saja. Ayo sama-sama menggugat, ayo sama-sama menuntut hak-hak kita," sambungnya.
An Nur juga membantah adanya undangan resmi untuk beraudiensi dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming. Ia menyebut sejak awal konsolidasi, massa aksi telah bersepakat tidak akan menerima tawaran audiensi.
"Sebenarnya kalau undangan tertulis tidak ada. Dari awal kesepakatan konsolidasi, kami tidak akan menerima audiensi apa pun. Kami hanya ingin pemerintah, baik rezim Prabowo-Gibran, menjawab tuntutan-tuntutan kami," ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya membuka ruang bagi seluruh masyarakat sipil dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk bergabung dalam aksi-aksi berikutnya.
Meski demikian, ia mengakui hingga aksi berakhir sekitar pukul 18.00 WIB belum terjadi tindakan represif dari aparat keamanan.
"Untuk represivitas belum ada, alhamdulillah belum ada. Kami berharap aparat mengayomi dan mengawal aksi demonstrasi karena ruang demokrasi dijamin undang-undang," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





