Jakarta

Wisuda 132 Bayi Lulus ASI Eksklusif di Pekan Menyusui Sedunia, Dinkes Kabupaten Tangerang: Untuk Cegah Stunting

M Rahman Akurat | 7 Agustus 2026, 07:50 WIB
Wisuda 132 Bayi Lulus ASI Eksklusif di Pekan Menyusui Sedunia, Dinkes Kabupaten Tangerang: Untuk Cegah Stunting
Wisuda 132 bayi ASI eksklusif di Kabupaten Tangerang - (Dok. Diskominfo)

AKURAT JAKARTA — Dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Sedunia tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang kembali menyelenggarakan kegiatan Wisuda ASI tingkat Kabupaten Tangerang.

Mengusung tema "Prioritaskan Menyusui Ciptakan Sistem Dukungan yang Berkelanjutan", kegiatan rutin yang telah memasuki tahun ketiga ini bertujuan untuk mengapresiasi para ibu yang sukses memberikan ASI eksklusif selama enam bulan penuh kepada bayi mereka.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi menyampaikan bahwa acara Wisuda ASI tahun ini melibatkan 132 ibu dan bayi yang telah berhasil lulus ASI eksklusif (0-6 bulan).

Baca Juga: Hadapi Kemarau Panjang dan Isu Sosial, Bupati Tangerang Minta Forkopimda dan Camat Perkuat Antisipasi Dini

Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Tigaraksa pada Kamis (6/8/2026) ini dihadiri oleh total 250 peserta, termasuk kader pendamping ASI dan tenaga gizi Puskesmas.

"Tahun ini kita mewisuda 132 anak yang sudah lewat masa ASI eksklusif. Tujuannya adalah mengundang mereka agar termotivasi untuk terus melakukan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun, serta tetap menjaga status gizi bayinya dengan menyiapkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas," ujarnya.

Investasi Kesehatan Masa Depan dan Penurunan Stunting hingga 78 Persen

Dr. Hendra menekankan bahwa pemberian ASI eksklusif adalah investasi kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.

Ia menyoroti bahwa pemberian ASI yang baik merupakan salah satu langkah paling efektif dalam pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Kalau pemberian ASI-nya bagus, insyaallah stunting akan turun sekitar 78 persen pada balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Saat ini angka stunting kita berada di kisaran 10.000-an anak, angka ini menurun dari temuan pada Gerebek Posyandu yang dilakukan di Januari 2026 dan ini akan terus kita tekan bersama," tambahnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.