Kepala BGN: Sekolah Boleh Tolak Program MBG, Tapi Ada Syaratnya

AKURAT JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan, sekolah negeri maupun swasta diperbolehkan menolak untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pihaknya tidak memepermasalahkan jika terdapat sekolah yang memilih untuk tidak berpartisipasi.
"Intinya semua diberikan kecuali yang tidak mau," kata Sudaryono saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: IDAI Minta Indonesia Siaga Hadapi Potensi Penyebaran Influenza A dari Negara Tetangga
Sudaryono menjelaskan, sekolah negeri bisa saja tidak menerima program MBG dengan syarat seluruh siswa dan orang tua murid menyetujuinya secara utuh. Penolakan tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya oleh sebagian siswa.
"Untuk sekolah negeri, sesuai hasil rapat kami dengan Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, keputusannya adalah jika menerima, menerima semua. Namun, kalau tidak, harus tidak semua," terangnya.
Ia mencontohkan, apabila 70% siswa di suatu sekolah negeri tergolong mampu dan 30% sisanya tidak mampu, bantuan MBG tidak dapat disalurkan hanya kepada sebagian siswa tersebut. Seluruh wali murid harus mencapai konsensus dan menyepakati keputusan bersama.
"Jadi tidak mungkin dalam satu sekolah negeri, katakanlah 70% mampu dan 30% tidak mampu, lalu diberikan sebagian. Konsensusnya harus sekolah beserta seluruh wali murid sepakat iya semua atau sepakat tidak semua," jelas Sudaryono.
Sementara itu, untuk sekolah swasta, Sudaryono menilai proses penentuannya jauh lebih mudah karena dapat disesuaikan langsung dengan kondisi fisik serta kemampuan sekolah tersebut.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





