Masinis KA Argo Bromo Anggrek Ditetapkan Tersangka Tabrakan Maut di Bekasi Timur

AKURAT JAKARTA – Proses hukum insiden tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur terus bergulir.
Kepolisian resmi menetapkan masinis KA Anggrek berinisial AN sebagai tersangka baru dalam kasus ini.
Sebelumnya, penyidik juga telah menetapkan sopir taksi listrik berinisial RRP sebagai tersangka akibat kelalaian yang memicu kecelakaan di dekat perlintasan Stasiun Bekasi Timur tersebut.
Berdasarkan laporan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), terungkap sejumlah fakta krusial, mulai dari pola pengereman hingga kendala teknis yang dihadapi masinis sebelum benturan terjadi.
Dalam laporan KNKT, dijelaskan bahwa masinis KA Anggrek melakukan pengereman service brake selama 37 deik terhitung sejak pukul 20.51.16 WIB, saat posisi kereta berada pada jarak 1.315 meter dari titik benturan dengan KRL KA 5568A.
Pengereman tersebut kemudian ditingkatkan ke posisi full service pada rentang jarak 611 meter hingga 322 meter dari titik kejadian.
Memasuki detik-detik akhir, masinis mengaktifkan rem darurat (emergency brake) selama 25 detik di posisi 275 meter sebelum tabrakan, saat kecepatan kereta telah turun dari 108 km/jam menjadi 78 km/jam.
"Tindakan ini dilakukan oleh masinis sebagai upaya terakhir untuk menghentikan kereta setelah melihat rangkaian paling belakang KA 5568A," tulis KNKT dalam laporan resminya.
Aktivasi rem darurat tersebut secara otomatis memutus aliran listrik ke motor traksi, menurunkan arus dari 104 Ampere menjadi 0 Ampere, serta memaksa throttle berada pada posisi idle.
Masinis sempat pula mengaktifkan rem independen (independent brake system), namun KNKT menilai langkah itu tidak memberikan efek pengereman tambahan karena tekanan udara di silinder rem (brake cylinder) telah mencapai batas maksimal 70 psi.
KNKT mengungkapkan alasan masinis tidak langsung melakukan pengereman darurat saat melihat sinyal blok B104 menunjukkan aspek merah.
Berdasarkan pemahamannya, penerapan rem darurat pada kecepatan tinggi di jalur rel yang menikung berisiko memicu kecelakaan susulan berupa anjloknya rangkaian akibat efek jackknifing.
Kendati demikian, investigasi KNKT juga mencatat fakta penting bahwa masinis KA Anggrek tersebut belum pernah mendapatkan pelatihan khusus terkait skenario maupun taktik pengereman darurat dalam kondisi kritis.
Simulasi perhitungan KNKT menunjukkan bahwa dengan asumsi perlambatan rata-rata standar kenyamanan penumpang ISO 2631 (0,315 m/s²), KA Anggrek membutuhkan jarak sekitar 1.429 meter untuk berhenti sempurna dari kecepatan 108 km/jam.
Jarak antara Sinyal Keluar J12 dan Sinyal Blok B104 sebenarnya membentang sepanjang 1.781 meter, yang secara teori cukup untuk menghentikan laju kereta. Namun, efektivitas jarak tersebut sangat bergantung pada informasi peringatan dini yang diterima masinis.
KNKT menyimpulkan bahwa kecelakaan ini turut dipicu oleh faktor eksternal, meliputi kekacauan komunikasi, masalah visibilitas persinyalan, serta ketiadaan informasi peringatan aspek kuning pada Sinyal Keluar J12 yang membuat masinis kehilangan kesempatan untuk melakukan antisipasi awal.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 2Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 3Prediksi Skor Irlandia vs Austria di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan
- 4Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 5Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di UNL, 30 September 2026: Mampukah The Tartan Army Hentikan Nati?
- 7Prediksi Skor Swedia vs Polandia di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Rumania vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 29 September 2026: Adu Kekuatan di Bucharest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




