Bakal Ditonton 30.000 Orang, Prosesi Kirab Bendera Pusaka di Jakarta Dikhawatirkan Bikin Macet, Begini Penjelasan Heru Budi

AKURAT JAKARTA - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetneg) RI, Heru Budi Hartono, memberi tanggapan terkait kondisi lalu lintas pada prosesi kirab bendera pusaka dalam perayaan HUT RI di kawasan Jakarta pada Sabtu, (10/8/2024).
Heru memastikan, terkait lalu lintas pada pada kawasan prosesi kirab tersebut tidak akan mengalami kemacetan, karena melewati jalan yang sesuai prosesi sebelumnya.
"Enggak (membuat kemacetan), itu rangkaian kirab ini biasa saja, biasa saja artinya melewati jalur jalan yang ada sekarang," ujar Heru di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024).
Namun, ia mengatakan bahwa akan terjadi keramaian di beberapa titik di mana prosesi tersebut akan dilaksanakan, terutama di sekitar Jakarta Pusat.
"Ya mungkin ada titik-titik keramaian anak-anak sekolah, di (bunderan) HI, patung kuda, sekitar Semanggi, sekitar Cawang," jelas Heru yang juga jabat Pj Gubernur DKI Jakarta ini.
Kemudian, ia pun menjelaskan berbagai prosesi di Jakarta tersebut akan dimulai dari Monas, Thamrin, Gatot Subroto, Cawang, dan terakhir di Halim.
"Kirab tanggal 10 ya, hari Sabtu dimulai pukul 08.00 di pagi hari dari dalam Cawang, Monas prosesi oleh paskibra, menyerahkan ke kepala sekretariat presiden, menyerahkan bendera pusaka dan duplikat pusaka dan duplikat proklamasi," tuturnya.
Terakhir, ia mengatakan setelah sampai di Halim, prosesnya itu akan berlanjut ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk proses peletakan bendera pusaka di sana.
"Menuju Halim prosesnya itu dari Halim ke IKN, dari IKN paskibra juga meletakkan pada posisi yang telah kita siapkan," jelasnya.
Sebelumnya, Heru mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan Asisten Pemerintah DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, prosesi yang berlangsung di Monas tersebut akan disambut dan disaksikan oleh ribuan masyarakat yang hadir.
"Kemarin Pak Asisten Pemerintah menyampaikan kurang lebih ada keramaian 30.000 masyarakat untuk menyambut dan melihat prosesi ini," katanya.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa bendera pusaka akan dibawa menuju ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang prosesnya dipimpin oleh gubernur setempat.
"Begitu sampai di IKN prosesnya tentu dengan Gubernur setempat sampai dengan diletakannya di tempat yang sudah ditempatkan di Istana IKN," jelasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




