Jakarta

Apresiasi Pemprov DKI Jadi Barometer Nasional Pengelolaan Sampah, Menteri LH: Sampah di TPS Bantargebang Capai 7,4 Ton Per Hari

Yasmina Nuha | 17 Februari 2025, 19:44 WIB
Apresiasi Pemprov DKI Jadi Barometer Nasional Pengelolaan Sampah, Menteri LH: Sampah di TPS Bantargebang Capai 7,4 Ton Per Hari

AKURAT JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta menjadi percontohan sebagai barometer nasional bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Hal ini disampaikannya dalam apel kesiapan aksi implementasi peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah di Jakarta, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Senin (17/2/2025).

Apel tersebut diikuti oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Teguh Setyabudi yang mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq sebagai pembina apel, dan dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim beserta jajarannya.

Baca Juga: Mudik Gratis Pemprov Jakarta Tahun 2025 Dianggarkan Rp 16 Miliar, Disiapkan 293 Bus dengan Tujuan 20 Kota di 6 Provinsi

Hanif menyebut, berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), total timbulan sampah di DKI Jakarta pada 2023 adalah 8.607,26 ton per hari dengan capaian pengelolaan sampah sebesar 99,6%.

Menurutnya, saat ini permasalahan terbesar adalah sebanyak 7.462 ton (86,69%) sampah Jakarta masih diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Kondisi tersebut menggambarkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Jakarta masih bertumpu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mengakibatkan pengelolaan di TPA menjadi berat, sampah tidak terolah dengan baik, dan cenderung ditimbun di landfill," ujar Hanif.

Baca Juga: Mudik Gratis 2025 dari Pemprov Banten dengan Rute Tujuan ke Jabar, Jateng, Jatim, Jogja dan Sumsel, Segini Kuotanya!

Oleh karena itu, lanjut Hanif, pihaknya mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang sudah menyelesaikan Peta Jalan (Roadmap) Rencana Aksi Akselerasi Penuntasan Pengelolaan Sampah tepat waktu.

"Hal ini akan menjadi momentum yang sangat baik untuk mendeklarasikan Aksi Implementasi Roadmap Pengelolaan Sampah 2025–2026," terangnya.

Hanif juga mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta yang konsisten bekerja keras dalam mencanangkan Kota Jakarta Utara sebagai percontohan pengelolaan sampah perkotaan dalam upaya percepatan penuntasan penanganan sampah di Jakarta.

Baca Juga: Viral! Bus Transjakarta Mogok di Perlintasan Rel Kereta Green Garden, Penumpang Panik dan Berhamburan, Begini Kronologinya

"Kami berharap apa yang kita lakukan bersama di Jakarta Utara dapat menjadi percontohan dan pembelajaran yang baik bagi kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah di daerah," pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam materi muatan rencana aksi daerah yang terpatri dalam roadmap ini, mencakup langkah strategis percepatan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang meliputi kegiatan sebagai berikut:

a. Di bagian hulu, melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilahan, penguatan bank sampah, dan ekonomi sirkular.

b. Di bagian tengah, melalui optimalisasi TPS dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan penerapan teknologi, pengolahan sampah yang mudah terurai, dan efisiensi pengangkutan sampah.

c. Di bagian hilir, melalui peningkatan kapasitas fasilitas seperti RDF Plant dan memperluas kemitraan dengan swasta untuk mengurangi sampah ke TPA serta menciptakan manfaat ekonomi. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y