Jakarta

4 Komunitas Tolak Penggunaan JLNT dalam Silaturahride Pramono, Stafsus Gubernur DKI: Semua Belum Final Kok

Yasmina Nuha | 17 April 2025, 05:46 WIB
4 Komunitas Tolak Penggunaan JLNT dalam Silaturahride Pramono, Stafsus Gubernur DKI: Semua Belum Final Kok

AKURAT JAKARTA - Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim menanggapi terkait penggunaan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca saat acara bersepeda Silaturahride bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Di mana penggunaan JLNT ini dikritik oleh 4 komunitas yang tergabung dalam Koalisi Mobilitas Berkelanjutan, yaitu Bike To Work (B2W) Indonesia, Road Safety Association (RSA), Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).

Pria yang akrab disapa Chico Hakim iyu menjelaskan, terkait penggunaan JLNT itu belum sepenuhnya fiks. Untuk itu, ia menyebut pihaknya akan menerima masukan-masukan dari publik terkait hal ini.

Baca Juga: Warga Kena Getok Tarif Parkir Rp 60 Ribu Jukir Liar di Pasar Tanah Abang, Sekretaris Fraksi Golkar Andri Santosa Minta Pemprov DKI Ditindak Tegas

"Tapi ini semua belum final kok. Ini kan belum besok acaranya. Bukan besok lah. Artinya apa? Masukan-masukan dari publik, dari komunitas. Tentunya akan terus tetap kita terima," ujar Chico di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2025).

Politikus PDIP itu menjelaskan, masukan terkait rute Silaturahride, termasuk melewati JLNT itu, bukan berasal dari Pramono, melainkan dari komunitas-komunitas pesepeda.

"Kalau saya pribadi kan nggak terlalu ngikutin ya terkait ini. Tetapi pada prinsipnya gini, yang pasti yang memberikan masukan terkait rute itu adalah komunitas-komunitas teman-teman pesepeda," kata Chico.

Baca Juga: Gubernur Pramono Gelar Silaturahride Bersama 400 Pesepeda Akhir Pekan Ini, Dishub DKI Bakal Tutup Sejumlah Ruas Jalan, Berikut Rute yang Dilewati

"Bukan dari inisiatif Pak Gub. Pak Gubernur sebagai gubernur tentu berlaku sebagai tuan rumah memberikan memfasilitasi balai kota sebagai tempat start and finish," imbuhnya.

Terkait penentuan rute tadi, kata Chico, selain masukan dari komunitas sepeda, tentunya pihaknya juga didiskusikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Untuk itu, ia pun menegaskan pihaknya masih menerima masukan terkait rute yang dilewati dalam Silaturahride ini. Nantinya, Kepala Dishub DKI Jakarta yang akan mengaturnya.

"Semua kemungkinan ada. Namanya acaranya belum dijalanin. Ya kan semua masukan tentunya akan jadi pertimbangan. Nah ini yang lebih kompeten untuk jawab, Kadishub lah," tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan menggelar silaturahmi dengan para komunitas sepeda atau Silaturahride pada akhir pekan ini, Sabtu (19/4/2025).

Kegiatan ini pun mendapat respon negatif dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Koalisi Mobilitas Berkelanjutan, yaitu Bike To Work (B2W) Indonesia, Road Safety Association (RSA), Koalisi Pejalan Kaki, dan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).

Koalisi komunitas itu menolak lantaran rute dari pesepeda tersebut bakal menggunakan rute melewati Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan.

Ketua Umum B2W Indonesia, Hendro Subroto mengatakan, sebelumnya pada Kamis (10/4/2025), pihak dari Bike To Work (B2W) Indonesia dan Road Safety Association memenuhi undangan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, undangan ini untuk membahas acara "SilaturahRide with Mas Pram"—sebuah kegiatan gowes bersama yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Namun, alih-alih ruang diskusi, yang pihaknya temukan hanyalah satu arah—secara harfiah dan politis. Bukannya berdiskusi, mereka justru menjadi penonton presentasi konsep yang telah matang dan siap saji.

"Apalagi yang disajikan membuat kami kaget, acara bersepeda itu akan melalui jalan JLNT Casablanca, bahkan dua kali putaran. Saat itu juga, kami menyampaikan penolakan keras terhadap penggunaan JLNT Casablanca sebagai rute sepeda dalam acara ini," ujar Hendro dalam keterangannya, dikutip Rabu (16/4/2025). (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y