Gubernur Pramono Sebut Kali Cakung Lama Jadi Penyebab Utama Banjir yang Kerap Terjadi di Kelapa Gading, Ini Solusi yang Dilakukan!

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan penyebab utama dari banjir kerap terjadi di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, ialah Kali Cakung Lama yang sudah lama tidak dikeruk.
Hal ini disampaikannya usai meninjau pengerukan Kali Cakung Lama di Jalan Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin (19/5/2025).
Pram, sapaan akrabnya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengangkat endapan lumpur, memperlebar aliran sungai, dan meningkatkan daya tampung air agar tidak meluap saat hujan deras.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara sungguh-sungguh menangani persoalan yang menjadi keluhan masyarakat di sekitar Kelapa Gading," ujar Pram kepada wartawan.
"Daerah ini, saat hujan, rata-rata mengalami kenaikan air hingga 30–40 cm. Ternyata, sumber utamanya adalah Kali Cakung Lama yang sudah terlalu lama tidak dikeruk," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menekankan, pengerjaan Kali Cakung Lama tidak akan disertai penggusuran warga.
“Sama sekali tidak ada penggusuran. Progresnya pun, alhamdulillah, berjalan baik karena pendekatannya sangat personal yang dilakukan oleh Dinas SDA. Harapannya, masyarakat dapat menerima ini dengan baik," jelasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan peta sebaran genangan tahun 2020–2025, wilayah Pegangsaan Dua mengalami genangan berulang dengan ketinggian antara 15–40 cm.
Sedangkan Kali Ciliwung menjadi salah satu penyumbang terbesar banjir di Jakarta, dengan kontribusi hampir 40 persen.
Untuk itu, kata Pram, pihaknya akan segera lakukan normalisasi Kali Ciliwung. Pihaknya juga masih menunggu surat resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Normalisasi Sungai Ciliwung juga akan kita lakukan. Mudah-mudahan surat dari Kementerian Pekerjaan Umum segera keluar. Kementerian Agraria dan Tata Ruang juga akan membantu," kata Pram.
"Penataan Sungai Ciliwung sebagai bagian dari penanganan banjir Jakarta akan kita tangani secara serius," pungkasnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa pengerukan Kali Cakung Lama dilakukan sepanjang delapan kilometer dan dibagi dalam beberapa segmen.
Untuk segmen 1–10, kata Ika, pengerukan dilakukan dengan mempertahankan lebar eksisting.
Baca Juga: Ingin Liburan Anti-Mainstream? Yuk, Nikmati Museum Malam di Jakarta!
"Segmen 11 dan tambahan segmen 12 akan dilakukan di Jalan Bakti yang lebarnya sekitar dua meter. Minggu lalu sudah dilakukan sosialisasi, dan proses pembebasan lahan akan dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 39 Tahun 2023," jelas Ika. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


