Jakarta

Gubernur Pramono Sebut Kali Cakung Lama Jadi Penyebab Utama Banjir yang Kerap Terjadi di Kelapa Gading, Ini Solusi yang Dilakukan!

Yasmina Nuha | 19 Mei 2025, 13:53 WIB
Gubernur Pramono Sebut Kali Cakung Lama Jadi Penyebab Utama Banjir yang Kerap Terjadi di Kelapa Gading, Ini Solusi yang Dilakukan!

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan penyebab utama dari banjir kerap terjadi di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, ialah Kali Cakung Lama yang sudah lama tidak dikeruk.

Hal ini disampaikannya usai meninjau pengerukan Kali Cakung Lama di Jalan Rawa Indah, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin (19/5/2025).

Pram, sapaan akrabnya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengangkat endapan lumpur, memperlebar aliran sungai, dan meningkatkan daya tampung air agar tidak meluap saat hujan deras.

Baca Juga: Allo Bank Festival 2025: Sebanyak 33 Musisi Nasional dan Dunia Bakal Guncang Istora Senayan pada 21 dan 22 Juni, Berikut Line Up Lengkapnya!

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara sungguh-sungguh menangani persoalan yang menjadi keluhan masyarakat di sekitar Kelapa Gading," ujar Pram kepada wartawan.

"Daerah ini, saat hujan, rata-rata mengalami kenaikan air hingga 30–40 cm. Ternyata, sumber utamanya adalah Kali Cakung Lama yang sudah terlalu lama tidak dikeruk," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, pengerjaan Kali Cakung Lama tidak akan disertai penggusuran warga.

“Sama sekali tidak ada penggusuran. Progresnya pun, alhamdulillah, berjalan baik karena pendekatannya sangat personal yang dilakukan oleh Dinas SDA. Harapannya, masyarakat dapat menerima ini dengan baik," jelasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan peta sebaran genangan tahun 2020–2025, wilayah Pegangsaan Dua mengalami genangan berulang dengan ketinggian antara 15–40 cm.

Sedangkan Kali Ciliwung menjadi salah satu penyumbang terbesar banjir di Jakarta, dengan kontribusi hampir 40 persen.

Baca Juga: Perayaan Hari Raya Waisak di Kabupaten Tangerang Dihadiri Bupati hingga Gubernur Banten, Ajak Semua Pihak Rawat Harmoni Antar Umat Beragama

Untuk itu, kata Pram, pihaknya akan segera lakukan normalisasi Kali Ciliwung. Pihaknya juga masih menunggu surat resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Normalisasi Sungai Ciliwung juga akan kita lakukan. Mudah-mudahan surat dari Kementerian Pekerjaan Umum segera keluar. Kementerian Agraria dan Tata Ruang juga akan membantu," kata Pram.

"Penataan Sungai Ciliwung sebagai bagian dari penanganan banjir Jakarta akan kita tangani secara serius," pungkasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa pengerukan Kali Cakung Lama dilakukan sepanjang delapan kilometer dan dibagi dalam beberapa segmen.

Untuk segmen 1–10, kata Ika, pengerukan dilakukan dengan mempertahankan lebar eksisting.

Baca Juga: Ingin Liburan Anti-Mainstream? Yuk, Nikmati Museum Malam di Jakarta!

"Segmen 11 dan tambahan segmen 12 akan dilakukan di Jalan Bakti yang lebarnya sekitar dua meter. Minggu lalu sudah dilakukan sosialisasi, dan proses pembebasan lahan akan dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 39 Tahun 2023," jelas Ika. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.