Reses dengan Mengunjungi 24 Titik di Dapil 5 Jaktim, Legislator Golkar Alia Laksono Dapat Keluhan Warga Soal 3 Hal Ini

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, mengatakan bahwa banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) membutuhkan bantuan sosial (bansos) di bidang pendidikan maupun pencegah kerentanan sosial.
Hal itu disampaikannya usai menerima aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Jakarta Timur, yang meliputi Kecamatan Duren Sawit, Kecamatan Jatinegara, dan Kecamatan Kramatjati.
"Saya menjalani reses (penyerapan aspirasi) di 24 titik yang tersebar di tiga kecamatan," ujar Alia dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).
Alia mengatakan, terdapat 3 hal yang mendominasi aspirasi warga, yaitu terkait permohonan agar anak-anak mendapat bansos Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Kemudian juga terkait Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan lainnya.
"Walaupun tidak bermitra dengan dinas tersebut, tapi tetap kami bantu warga yang membutuhkan bantuan terkait pendidikan dan bantuan sosial lainnya," tuturnya.
Wakil Ketua Komisi A itu juga mengatakan, selain cara pendaftaran agar mendapat bansos, terdapat juga yang mengeluhkan terkait waktu pencairan bantuan yang tidak pasti.
Bahkan, beberapa pemilik kartu Bansos mengaku banyak yang kesulitan menebus pangan murah bersibsidi.
"Keluhannya beranekaragam, penebusan pangan murah bersubsidi, KJP dan bantuan sosial disablitas belum cair," tukas Alia.
Baca Juga: Gelar Musda XI, Golkar Jakarta Menghadapi Masa Krusial, Ini Penyebabnya!
Namun, ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan segera ditindaklanjuti bersama Satuan Kerja Perangkt Daerah (SKPD) terkait.
"Tentunya setiap rapat kerja bersama eksekutif, komisi A benar menindaklanjuti kebutuhan reses kami," kata Alia.
"Bukan hanya ketemu warga dan memberi harapan palsu. Tetapi kita benar memberi solusi untuk menindaklanjuti kebutuhan dan permasalahan warga," imbuhnya.
Alia pun memastikan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga mendata segala kebutuhan dan masukkan dari masyarakat yang disampaikan kepada Anggota DPRD DKI melalui kegiatan reses.
Hal tersebut bertujuan agar bisa menjadi pedoman Pemprov Jakarta untuk membuat perencanaan, dan inovasi kegiatan di tahun berikutnya untuk merealisasikan kebutuhan warga.
"Ini harus dipantau OPD terkait seperti Inspektorat, Bappeda dan lainnya. Benar-benar memastikan pendataan item reses harus ada inovasi agar kecatat semua dan dipastikan sampai ke OPD terkait dan direalisasikan," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








