Jakarta

Legislator Golkar Soroti Rencana Pembangunan Sekolah di 2026, Diusulkan 22 Tapi Disetujui Hanya 5 Sekolah

Yasmina Nuha | 16 November 2025, 19:10 WIB
Legislator Golkar Soroti Rencana Pembangunan Sekolah di 2026, Diusulkan 22 Tapi Disetujui Hanya 5 Sekolah

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad menyoroti terkait rencana pembangunan sekolah di tahun 2026 yang hanya disetujui 5 dari 22 sekolah.

Dengan itu, terjadi kesenjangan signifikan antara rencana awal yang diajukan Komisi E dengan alokasi anggaran yang disetujui.

Ia pun meminta kepada Gubernur Jakarta, Pramono Anung agar persoalan data ini harus segera diperbaiki.

Baca Juga: All New Innova Reborn 2025 Siap Guncang Pasar! Begini Wujud Sebenarnya MPV Keluarga Paling Dinanti Tahun Ini

"Rencana Komisi E yang sudah sampaikan kepada masyarakat, 22 sekolah yang akan dibangun. Ternyata yang disetujui hanya 5. Ini persoalan data, Pak Gubernur," ujar Ramly beberapa waktu lalu.

Ia juga meminta kepada Pemprov DKI untuk memprioritaskan 5 sekolah yang sudah tidak beroperasi untuk segera dibongkar dan diperbaiki pada tahun depan.

"DPRD Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan agar untuk memprioritaskan 5 sekolah yang sudah tidak beroperasi agar pembongkaran sebagai prioritas rehabilitasi 2026," tukasnya.

Tak hanya itu, lanjut Anggota Komisi E itu, pihaknya juga merekomendasikan untuk meningkatkan perbaikan fasilitas sekolah seperti pagar, sarana keselamatan, dan ruang belajar.

"Khususnya di SD Kebon Bawang 01 dan sekolah-sekolah lama dipercepat untuk menjamin keamanan peserta didik," tambahnya.

Baca Juga: Tidak Perlu Skill Khusus, Begini Trik Bikin Telur Kukus Anti Gagal

Diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menyebut terdapat program pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan terpaksa ditunda akibat pemangkasan APBD 2026 menjadi Rp81,2 triliun.

Salah satunya yaitu rencana pembangunan 22 gedung sekolah, terpaksa dikurangi menjadi serta proyek pembangunan puskesmas.

"Cuman ada beberapa pembangunan infrastruktur yang ditunda. Misalnya sekolah yang tadinya ada 22 sekolah, sekarang bisa 5 sekolah. Dan ke depan di anggaran perubahan bisa kita munculkan kembali. Juga dengan pembangunan puskesmas," ujar Khoirudin, Senin (20/10/2025). (*)

Gambar: Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.