Sekretaris Fraksi Golkar Judistira Hermawan Minta Pemprov DKI Genjot Penghijauan untuk Atasi Polusi Udara Jakarta

AKURAT JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Judistira Hermawan meminta Pemprov DKI menggenjot program penghijauan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.
Salah satunya dengan memperbanyak penanaman pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Politisi Partai Golkar ini optimistis penghijauan bisa membantu menyerap polutan atau polusi udara.
Baca Juga: Akademisi: Kerugian Lebih Besar di Golkar, Kalau RK ke Pilkada Jakarta
“Karena itu, perlu upaya nyata terhadap kebijakan lingkungan yang berfokus pada pengurangan emisi dan peningkatan kualitas udara secara berkelanjutan,” kata Judistira dalam keterangannya.
Judistira mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta yang terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam menghadapi isu pengelolaan lingkungan hidup.
Terutama soal penanganan polusi udara. Seperti forum Kolaborasi Sosial Skala Besar (KSSB) Lingkungan Hidup.
Baca Juga: Pengamat: Ridwan Kamil Mending di Jabar, Bisa Jaga Kestabilan Suara Partai Golkar hingga Pemilu 2029
“Kami harap terjalin kerja sama antara lembaga Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun rencana dan aksi nyata dalam upaya menciptakan pengelolaan lingkungan hidup Jakarta yang lebih baik pada 2024-2025,” kata Judhistira.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto tidak menampik kualitas udara Jakarta sedang menurun.
“Pemprov DKI sudah memiliki langkah yang jelas dalam menanggulangi pencemaran udara. Kita sedang dalam proses menyelesaikan itu,” kata Asep, Rabu (19/6/2024).
Asep menyebut, pihaknya terus melanjutkan upaya menanggulangi penurunan kualitas udara di Jakarta.
Melalui implementasi Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU), yang menjadi panduan strategis bagi DLH dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas udara di Jakarta hingga tahun 2030.
Asep mengatakan, dengan mengikuti langkah yang ditetapkan SPPU, Jakarta akan lebih tepat sasaran dalam memperbaiki kualitas udara. Karena melalui SPPU semua penyebab dan solusi sudah dikaji dan terukur.
Menurutnya, langkah-langkah yang sedang dilakukan DLH adalah mengembangkan sistem inventarisasi emisi yang lebih sistematis untuk memantau sumber-sumber polusi udara di Jakarta.
Sistem ini memungkinkan pengumpulan data yang lebih baik tentang emisi dari berbagai sumber, termasuk kendaraan bermotor dan industri.
Selain memperketat pengawasan terhadap sumber emisi bergerak dan tidak bergerak, DLH DKI Jakarta juga menyiapkan langkah strategis lainnya seperti kerja sama lintas daerah.
Terutama dengan daerah aglomerasi Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur.
“Untuk itu, kami mendorong Pemerintah Daerah di sekitar Jakarta lebih ketat dalam mengawasi industri di wilayahnya yang berpotensi mencemari udara di sana dan terbawa angin ke Jakarta,” tegas Asep.
Terkait penurunan kualitas udara yang terjadi akhir-akhir ini, Asep menjelaskan, hasil analisis model HYSPLIT dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Analisis dilakukan oleh Tim Ahli Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menunjukkan, dalam dua hari terakhir, angin dominan berasal dari arah timur dan timur laut.
HYSPLIT (Hybrid Single-Particle Lagrangian Integrated Trajectory) adalah model yang digunakan untuk mensimulasikan pergerakan dan penyebaran polutan di atmosfer, sehingga membantu dalam memahami sumber dan dampak polusi udara.
Asep menambahkan, perubahan perilaku masyarakat dengan beralih menggunakan transportasi publik, bersepeda dan berjalan kaki untuk mobilisasi jarak dekat, menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara.
“Itu juga kami kampanyekan. Selain itu, upaya jangka pendek juga kita tempuh dengan mengimbau pengelola gedung-gedung tinggi agar memasang water mist dan memperketat uji emisi kepada pemilik kendaraan bermotor di Jakarta,” tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




