Jakarta

Hati-hati! BPBD DKI Imbau Wilayah di Jaksel dan Jaktim Ini Berpotensi Terjadi Longsor Selama Juli 2025

Yasmina Nuha | 12 Juli 2025, 18:30 WIB
Hati-hati! BPBD DKI Imbau Wilayah di Jaksel dan Jaktim Ini Berpotensi Terjadi Longsor Selama Juli 2025

AKURAT JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau adanya potensi gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah Jakarta pada saat curah hujan di atas normal selama Juli 2025.

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta berpotensi terjadi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, beberapa wilayah tersebut berada di Zona Menengah potensi terjadinya tanah longsor.

Baca Juga: Dibanding Daerah Lain, Gubernur Pramono Ngaku Jakarta Lebih Siap Terapkan Program Sekolah Swasta Gratis

"Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," ujar Isnawa, dikutip Sabtu (11/7/2025).

Untuk itu, ia meminta camat dan lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.

"Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat memonitor bersama apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik BPBD maupun instansi terkait. Lokasi yang sudah dipetakan dikoordinasikan dengan Dinas SDA pelaksanaan teknis di lapangan," tukasnya.

Baca Juga: Banyak Pelamar PPSU dari Lulusan Sarjana, Pramono Enggan Sebut Akibat Minimnya Lapangan Pekerjaan

Isnawa menjelaskan, antisipasi lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan membuat bronjong dan turap mandiri, apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser.

Tak hanya itu, ia pun mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor serta meninimalisasi dampak yang lebih serius jika terjadi hujan lebat.

"Penanganan bencana harus secara komprehensif. Bisa dilakukan swadaya atau kolektif oleh masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp4 Triliun untuk Tangani Banjir di Jakarta, Pramono Bakal Bangun Pompa hingga Pembebasan Lahan

Adapun beberapa wilayah di Jakarta berada di Zona Menengah potensi terjadinya tanah longsor berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yaitu sebagai berikut:

Jakarta Selatan

1. Cilandak
2. Jagakarsa
3. Kebayoran Baru
4. Kebayoran Lama
5. Mampang Prapatan
6. Pancoran
7. Pasar Minggu
8. Pesanggrahan

Jakarta Timur

1. Kramat Jati
2. Pasar Rebo (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y