Jaga Keamanan Ibadah Ramadhan 2026, Satpol PP DKI Siagakan 1.900 Personel Gabungan Setiap Malam

AKURAT JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol (Satpol PP) DKI Jakarta menyiagakan 1.900 personel gabungan setiap malam untuk menjaga ketertiban di seluruh wilayah ibu kota.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyebut pengamanan ini dilakukan secara rutin dan berjenjang di lapangan.
"Setiap malam, setiap hari itu berjumlah 1.900. Mereka patroli rutin tiap hari, tiap malam," ujar Satriadi saat dihubungi wartawan, Rabu (18/2/2026).
Ia mengatakan, personel yang turun terdiri atas Satpol PP, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta unsur TNI dan Polri yang terlibat melalui koordinasi struktur Tiga Pilar di tingkat kecamatan.
Setiap wilayah akan menyesuaikan jumlah kekuatan berdasarkan kebutuhan dan potensi kerawanan.
"Satpol, Satlinmas, terus sama TNI-Polri. Seberapa kekuatannya disesuaikan dengan objek yang akan kita lakukan operasinya," jelasnya.
Patroli ini terkoneksi secara langsung dengan command center. Setiap petugas wajib melaporkan aktivitas pengamanan dan kondisi wilayah secara berkala selama bertugas.
Menurut Satriadi, pola ini sudah berjalan sejak jauh hari, namun intensitasnya akan meningkat begitu Ramadan dimulai.
"Pada saat dia jaga, ya maka dia harus melakukan patroli wilayah, patroli rutin. Itu pasti," katanya.
Pengamanan tersebut tak hanya berfokus pada kerumunan atau potensi pelanggaran ketertiban, tetapi juga aktivitas jalanan malam hari yang kerap melonjak selama bulan puasa.
Termasuk mengantisipasi kegiatan yang dikhawatirkan mengganggu keamanan seperti Sahur on the Road.
Sebagai informasi, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh aktivitas yang berpotensi menimbulkan keributan selama bulan suci Ramadan tidak akan diizinkan.
Baca Juga: 5 Cara Cerdas Fokus Belajar dari Rumah Tanpa Terganggu
Dua kegiatan yang disorot adalah Sahur on the Road (SOTR) dan sweeping terhadap rumah makan yang tetap buka pada siang hari.
Pramono menegaskan, aturan ini berlaku untuk menjaga ketertiban dan memastikan suasana Ramadan berjalan damai di seluruh wilayah ibu kota.
"Ya pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan. Pokoknya yang itu nggak," ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Senin (16/2/2026) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








