Jakarta

Viral 5 Mobil Terobos CFD Sudirman, Gubernur Pramono Ungkap Akses Sudah Ditutup Barrier tapi Sempat Dibuka

Laode Akbar | 24 Agustus 2026, 22:19 WIB
Viral 5 Mobil Terobos CFD Sudirman, Gubernur Pramono Ungkap Akses Sudah Ditutup Barrier tapi Sempat Dibuka
Lima kendaraan mobil pribadi kedapatan menerobos kawasan CFD Sudirman-Thamrin (@arief_budi27)

AKURAT JAKARTA – Viral di media sosial video yang memperlihatkan rombongan lima kendaraan mobil pribadi kedapatan menerobos Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (23/8/2026) pagi.

Rombongan tersebut terdiri dari tiga Toyota Fortuner dan dua Toyota Alphard yang melaju beriringan di tengah kerumunan warga yang sedang berolahraga dan beraktivitas saat CFD berlangsung.

Berdasarkan video dari akun Threads @arief_budi27, kendaraan terlihat melaju di lajur paling kanan Jalan Jenderal Sudirman ketika ruas jalan tengah dipadati warga yang mengikuti kegiatan CFD.

Baca Juga: Legislator Golkar Andri Santosa Beri Lima Rekomendasi untuk CFD Rasuna Said, Soroti Lalu Lintas hingga Jalur Darurat

Polisi sebelumnya membenarkan adanya informasi mengenai rombongan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi awal, rombongan terlihat berada di sekitar kolong Simpang Susun Semanggi dan bergerak ke arah selatan menuju Jalan Gatot Subroto.

Kejadian tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 09.20 WIB. Polisi masih melakukan penelusuran terkait rombongan kendaraan yang melintas ketika CFD berlangsung.

Merespon hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta setelah kejadian tersebut viral di media sosial.

Pramono menegaskan, kendaraan pribadi seharusnya tidak diperbolehkan melintas di kawasan CFD.

"Rekan-rekan sekalian, dari kemarin begitu kejadian dan viral saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan," kata Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).

"Saya sampaikan terkait kendaraan pribadi yang melintas di Car Free Day yang sebenarnya tidak boleh terjadi," sambungnya.

Menurut Pramono, akses masuk menuju kawasan CFD sebenarnya telah ditutup menggunakan barrier. Namun, rombongan kendaraan tersebut diduga membuka barrier untuk dapat melintas.

"Sebelumnya, kendaraan tersebut ketika dia akan masuk sebenarnya sudah ditutup. Dan mereka yang membuka barrier dan padahal barrier itu juga dijaga oleh Satpol PP, ada juga dari Kepolisian," ujarnya.

Petugas Dishub yang berjaga di kawasan SCBD, kata Pramono, kemudian langsung menghalau rombongan tersebut dan mengarahkan kendaraan keluar dari area CFD melalui SCBD.

"Melihat hal tersebut petugas Dishub yang berjaga di SCBD atas nama Munajat yang di Dishub ya, langsung menghalau dan mengarahkan kendaraan untuk keluar dari Car Free Day melalui SCBD," jelasnya.

Pramono menyebut, dari lima kendaraan yang melintas secara beriringan tersebut, salah satunya menggunakan lampu strobo.

"Saat ini sedang dilakukan pendalaman, nanti pada saatnya akan kami sampaikan mengenai kendaraan-kendaraan dan siapa yang ada di dalamnya," kata Pramono.

Ia memastikan kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Pramono bahkan telah menegur Satpol PP DKI Jakarta agar lebih tegas dalam mengantisipasi kendaraan yang berusaha menerobos pembatas saat CFD.

"Ke depan yang ini tidak boleh terulang kembali dan saya kemarin langsung melakukan teguran kepada Satpol PP untuk bertindak tegas dalam hal-hal yang seperti ini," tegasnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu mengatakan, identitas pemilik maupun pihak yang berada di dalam kendaraan tersebut masih didalami.

Ia menyebut, sejumlah kendaraan menggunakan nomor khusus sehingga kepolisian dan Pemprov DKI masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

"Karena kami belum mendapatkan nama-nama yang fix karena nomornya itu kan pakai ZZ ya beberapa," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y