Jakarta

Stasiun Karet Ditutup Sementara, Pedagang Sekitar Keluhkan Pembeli Mulai Berkurang: Hari Biasa Kayak Akhir Pekan

Laode Akbar | 3 September 2026, 19:42 WIB
Stasiun Karet Ditutup Sementara, Pedagang Sekitar Keluhkan Pembeli Mulai Berkurang: Hari Biasa Kayak Akhir Pekan
Stasiun Karet ditutup sementara mulai 1 September imbas pekerjaan integrasi dengan Stasiun Karet. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA - Penutupan sementara Stasiun Karet mulai 1 September lalu berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi para pedagang di kawasan tersebut.

Berkurangnya penumpang yang melintas membuat kawasan yang biasanya ramai pada pagi hari kini terasa sepi.

Salah seorang pedagang berinisial I (38), mengaku kondisi tersebut sangat memukul pendapatannya. Ia menggambarkan suasana di sekitar tempatnya berjualan kini seperti akhir pekan, meski pada hari kerja.

Baca Juga: Terungkap Ini Penyebab Keracunan 512 Santri di Sidoarjo

"Wah, bukan pengaruh lagi, parah banget," kata pedagang tersebut saat ditemui Akurat Jakarta di sekitar Stasiun Karet, Kamis (3/9/2026).

Ia mencontohkan salah satu pedagang pecel di kawasan tersebut yang pada hari itu hanya mampu menjual enam bungkus dagangannya.

"Tukang pecel aja tadi cuma laku enam bungkus. Nggak ada yang lewat, nggak ada orang," ujarnya.

Menurut dia, sebelum terjadi perubahan akses, kawasan tersebut selalu dipadati penumpang, terutama pada pagi hari.

Banyak pekerja yang turun dan melintas di sekitar Stasiun Karet untuk menuju kawasan perkantoran di sekitar Sudirman hingga BNI City.

Namun, kini para penumpang disebut lebih banyak menuju Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI City. Kondisi itu membuat jumlah calon pembeli di sekitar Stasiun Karet menurun drastis.

"Biasanya ramai pagi. Tapi sekarang mah nggak, kayak hari Sabtu-Minggu aja," tuturnya.

Tak hanya pedagang makanan, penjual minuman pun merasakan dampak serupa. Pedagang tersebut mengatakan stok air mineral yang biasanya cepat terjual kini masih tersisa hingga siang hari.

"Biasanya mah kita pagi naruh Aqua di sini pada laku, sekarang masih utuh," katanya.

Meski demikian, sejumlah pedagang memilih bertahan karena belum mengetahui harus mencari lokasi berjualan lain.

"Nggak tahu, apa dipertahanin aja di sini saja. Biarpun sepi yang penting ada buat uang makan. Mau pindah, pindah ke mana?" kata pedagang tersebut.

Seperti diketahui, PT KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter melakukan proses pekerjaan integrasi Stasiun Sudirman Baru/BNI City dengan Stasiun Karet mulai 1 September 2026 hingga 31 Desember 2026.

Dengan itu, layanan naik dan turun penumpang Commuter Line di Stasiun Karet telah dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.

Integrasi ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi mengatakan bahwa nantinya integrasi ini juga untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman.

"Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun," kata Purnomo, Minggu (30/8/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y