Warga Jakarta Bersatu Minta Ancol dan Ragunan Gratis untuk Semua, Gubernur Pramono: Tak Mungkin Dipenuhi!

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons tuntutan warga yang meminta masuk Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan digratiskan untuk seluruh warga Jakarta.
Pramono menegaskan, kebijakan tiket gratis di kedua tempat wisata tersebut saat ini diperuntukkan bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Ancol dan Ragunan itu gratis bagi anak-anak penerima KJP. Jadi tidak gratis bagi siapa pun, gratis bagi penerima Kartu Jakarta Pintar dan itu sudah kita lakukan," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (28/10/2026).
Ia mengaku heran dengan tuntutan agar seluruh masyarakat bisa menikmati fasilitas wisata tersebut tanpa dipungut biaya masuk.
Menurutnya, kebijakan menggratiskan tiket bagi semua pengunjung tidak mungkin dipenuhi karena pengelolaan tempat wisata membutuhkan anggaran.
"Makanya saya juga heran kalau kemudian ada permintaan untuk gratis bagi semua masyarakat, ya enggak mungkin lah untuk dipenuhi," ujarnya.
Pramono menjelaskan, biaya operasional dan pemeliharaan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan tiket masuk di Ancol maupun Ragunan.
"Karena apa pun untuk merawat, memelihara baik di Ancol maupun Ragunan memerlukan biaya," tuturnya.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di Patung Kuda Hari Ini: Soroti Kasus Keracunan MBG hingga Pemakzulan Gibran
Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam Warga Jakarta Bersatu menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).
Mereka menagih janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menggratiskan tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan bagi semua warga Jakarta.
Perwakilan Warga Jakarta Bersatu, Novi, mengatakan tuntutan tersebut bertujuan agar masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, dapat menikmati tempat rekreasi tanpa terbebani biaya tiket masuk.
"Yang kita minta itu adalah janji kampanyenya Pak Gubernur untuk menggratiskan tiket masuk Ancol, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah. Karena kita mau main pasir saja harus bayar mahal, menikmati angin pantai harus bayar mahal," kata Novi kepada wartawan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 3Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 4Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 5Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 7Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Leeds United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Black Cats Bangkit di Kandang?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih






