Jakarta

JPM Dukuh Atas Diresmikian, Permudah Perpindahan 5 Moda Transportasi di Sana

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 13 September 2023, 19:09 WIB
JPM Dukuh Atas Diresmikian, Permudah Perpindahan 5 Moda Transportasi di Sana

AKURAT.CO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Kementrian Perhubungan RI meresmikan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, Rabu (13/09) sore.

Peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, dan sejumlah pimpinan dinas serta direktur utama bidang transportasi di Jakarta.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat menuturkan bahwa pembangunan JPM Dukuh Atas sudah diintrusikan sejak 2021 silam.

Baca Juga: Kabareskrim: Kita Miskinkan Bandar Narkoba, Ambil Semua Asetnya

Ia menambahkan, JPM ini dibangun dengan panjang lebih 200 meter dengan luas lebih dari 2.000 meter.

"Pembangunan berdasarkan instruksi Kementerian Perhubungan pada 7 Januari 2021 silam kepada MRT Jakarta dan PT KAI yang kemudian ditugaskan lebih lanjut kepada PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek," kata Tuhiyat.

"JPM Dukuh Atas dibangun sejak 2021, memiliki luas 2.350 meter dengan panjang dari LRT Jabodebek sampai stasiun KAI Sudirman itu mencapai 230 meter," tambahnya.

Baca Juga: Berikut Bidang Pekerjaan yang Disukai Generasi Z

Lebih lanjut Tuhiyat memaparkan, JPM ini mempermudah masyarakat melakukan antar moda dan ada lima moda transportasi yang terintegrasi.

"JPM ini untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat melakukan perpindahan antar moda," ungkapnya.

"Di wilayah Dukuh Atas ini ada lima moda transportasi, yakni LRT Jabodebek, KAI Commuter Line, MRT Jakarta, Kereta Bandara, dan Transjakarta sehingga bisa saling terintegrasi," lanjut Tuhiyat.

Baca Juga: Kesenian Lenong Betawi, Warisan Budaya Indonesia yang Kaya Sejarah

Ia memaparkan, sebelum diresmikan, JPM ini sudah melakukan uji coba sejak 28 Agustus silam. Dan ribuan masyarakat telah melintas di JPM Dukuh Atas.

"Sejak dioperasi uji coba 28 Agustus 2023, kita menggandeng lebih dari 46 UMKM di jalur ini dan sudah dilewati hampir 70 ribu orang di area jembatan ini. Dan tertinggi traffic di JPM ini setiap Sabtu dan Minggu," paparnya.

Sambungnya, untuk kenyamanan pengguna dan pembiayaaan pembangunan, JPM ini dilengkapi beberapa fasilitas pendukung.

"Untuk kenyamanan pengguna, kami berkomitmen untuk menyiapkan fasilitas inklusif, seperti jalur pejalan kaki, jalur sepeda, eskalator, ruang retail dan ruang komersil untuk membiayai pembangunan jembatan ini," tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Heru Budi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak hingga sukses terbangunnya JPM Dukuh Atas.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kebijakan pak menteri perhubungan, saya ucapkan terima kasih juga kepada MRT atas pelaksanaan tugas," kata Heru.

"Saya juga berterima kasih kepada Menteri PUPR yang sudah memberikan perizinan terkait perlintasan, di belakang ada kali," tambahnya.

Heru pun berharap, kedepannya JPM Dukuh Atas dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan tetap dijaga.

"Saya hanya titip dua. Pertama aset ini adalah aset kita semuanya, untuk tetap dijaga. Begitu juga untuk dijaga kebersihannya dan semoga yang menggunakan ini semakin bertambah," ujar Heru.

"Dan ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya. Misalnya Sabtu-Minggu, mereka bisa melakukan kegiatan komunikasi, anak muda sambil menunggu menuju LRT ataupun kereta api cepat," tutupnya.

Selain Heru, Menhub pun mengapresiasi terbangunnya JPM Dukuh Atas dan berharap project ini bisa jadi percontohan.

"Saya apresiasi Pak Gubernur dan rekan-rekan. Semoga cara-cara ini jadi format seluruh kota di indonesia," ujarnya.

"Tidak mungkin kita bangun angkutan masal tapi tidak ada antar moda. Tidak ada first mile dan last mile. Jadikanlah tempat ini life style, jadi contoh," pungkas Menhub.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.