Jakarta

Fraksi Golkar Usulkan e-KTP Dibuat Seperti ATM, Begini Penjelasan dan Cara Kerjanya

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 13 Oktober 2023, 12:33 WIB
Fraksi Golkar Usulkan e-KTP Dibuat Seperti ATM, Begini Penjelasan dan Cara Kerjanya

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Jamaludin mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI agar e-KTP dibuat menjadi seperti kartu ATM.

Ia mengatakan, sistem itu terbentuk dengan bantuan teknologi, yakni bank data, yang kemudian akan dimiliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta.

Nantinya ketika itu sudah ada, kata Jamaludin, setiap penduduk dapat menyimpan dan mengubah data lewat bank data.

“Apabila seorang penduduk ini terjadi perubahan data, dia tinggal masukkan ke bank data saja. Jadi tinggal dimasukin, terus nanti semua bisa keluar semua tuh datanya. Jadi saya minta akan ada bank data yang akan dimiliki Dukcapil,” kata Jamaludin, Jumat (13/10).

BACA JUGA: Catat! Jadwal Konser Gratis di Jabodetabek Weekend Ini, Ada JKT 48, Aldi Taher, Vierrattale, hingga Diskoria

Lebih lanjut ia menerangkan, nantinya diusulkan pula agar setiap keluarga memiliki KTP induk yang menyimpan data seluruh anggota keluarga.

Data tersebut, katanya, meliputi data keseluruhan, kartu Bantuan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan kartu kredit.

“Nah saya usul sama Dukcapil membuat basis data terkait informasi valid dari tiap pribadi terutama, kepala keluarga. Dimana dalam sebuah keluarga itu ada KTP induk, maksudnya KTP kepala keluarga yang berisi segala informasi tentang keluarga itu sendiri, anaknya berapa, dan sebagainya” terangnya.

“Jadi sekali ngerekam itu bisa keluarga semuanya, data keseluruhannya, informasi kartu BPJS, mereka punya asuransi apa aja, kreditnya apa saja,” tambah Jamaludin.

BACA JUGA:Pemburu Diskon Merapat! Ada Promo Big Sale dari Gramedia, Harga Buku Mulai Rp. 5 Ribu!

Dengan adanya KTP induk atau kartu khusus itu, kata Jamaludin, maka cukup memiliki atau menempelkan kartu tersebut, warga dapat mengetahui informasi secara langsung.

“Jadi dengan dia menempelkan kartunya di edisi itu, informasinya langsung keluar. Jadi kalau si anak ini memasukan KTP, tinggal ditempelin doang maka informasinya akan keluar,” paparnya.

Untuk faktor keamanan, Jamaludin menjelaskan bahwa kartu tersebut nantinya akan dilengkapi oleh nomor PIN atau password, layaknya kartu ATM.

“Tentunya untuk faktor pengamanan begitu dia nempelin, seperti kartu ATM. Jadi nggak semua orang ini bisa mengakses, karena ada PIN (Personal Identification Number),” ujar Jamaludin.

BACA JUGA: Generasi 90-an Merapat! Mari Bernostalgia di Pameran Majalah Bobo di Erasmus Huis, Gratis!

“Privasinya ini kan seperti bank. Jadi bernegara, kalau bisa pengamanannya lebih dari bank. Kalau bank kan lembaga keuangan, nah kalau KTP kan bernegara,” lanjutnya.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menambahkan, ketika kartu tersebut hilang, nantinya warga tinggal menghubungi Disdukcapil.

Karenanya, kata Jamaludin, dalam hal ini Disdukcapil DKI Jakarta perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak dan lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Ketika hilang tinggal telepon Dukcapil uhtuk membelokir data kartu yang hilang. Jadi Dukcapil harus berkoordinasi dengan seluruh dinas, lintas SKPD. Jadi Dukcapil ini adalah narasumber dari setiap orang,” paparnya.

BACA JUGA: Datang Yuk Konser Happy Asmara Hari Ini, Info Tiket On The Spot

Jamaludian pun meyakini, dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang ada saat ini, bukan tak mungkin membuat e-KTP seperti kartu ATM dapat direalisikan.

Dengan demikian, kata Jamaludin, jika ini terealisasi bisa memudahkan mobiltas masyarakat.

“Karena sekarang semua sudah digitalisasi, semua itu dibuat serba mungkin. Kita mau Indonesia punya seperti itu. Jadi kedepannya itu akan memudahkan,” tandas Jamaludin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.