Jakarta

Soal Jakarta Dicoret dari Kalender Musim ke-10 Formula E, Begini Tanggapan Ketua DPRD DKI

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 31 Oktober 2023, 19:32 WIB
Soal Jakarta Dicoret dari Kalender Musim ke-10 Formula E, Begini Tanggapan Ketua DPRD DKI

AKURAT JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi angkat bicara menanggapi yang dicoret dari kalender musim ke-10 Formula E dan batal menjadi venue ajang balap mobil listrik internasional tahun 2024.

Menurutnya, adanya pesta demokrasi, yakni Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lebih penting dibandingkan pelaksanaan Formula E.

"Mungkin ada situasi politik Pemilu, ya harus dihargai juga itu. Lebih penting itu daripada Formula E kalau menurut saya, " kata Pras sapaan akrabnya, Senin (31/10/2023).

Baca Juga: Waspada! Game Anak-anak Disusupi Iklan Propaganda Israel, dari Angry Birds, Puzzel hingga Solitaire

Ia menambahkan, hal ini berkaitan dengan skala prioritas. Sebab, Pemilu sangat menentukan pemerintahan Indonesia ke depan.

"Iya (skala prioritas) untuk menentukan pemerintahan, kan ada Pileg, Pilpres, ada Pilkada," ujar Pras.

Kendati demikian, kata Pras, pelaksanaan Formula E bisa saja tetap dilaksanakan, jika jadwalnya dirubah.

"Ya mungkin aja setelah itu diundur satu bulan. Itu kan bulan Juni, bisa aja (mundur) kan Pemilu Februari," tuturnya.

Lebih lanjut Pras menerangkan, batalnya Formula E jangan sampai menyudutkan dan menyalahkan seseorang, sebab ada beberapa pihak yang terlibat.

Sambungnya, maka dari itu, keputusan terakhir terkait ini sangat bergantung pada Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Resep Sate Jebred Khas Jawa Barat yang Kenyal dan Gurih, Anti Ribet dan Dijamin Bikin Nagih!

"Bukan bicara mendukung atau tidak mendukung, itu program jangan sampai siapa yang berbuat siapa yang kena," terang Pras.

"Itu kan perbuatannya dari awal di pertengahan ada pergantian Pj Gubernur. Nah tinggal tanya kepada Pak Gubernur," tambahnya.

Pras menekankan, jika kemudian Formula E ini tetap direalisasikan, tidak boleh menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Yang penting tidak memakai APBD," tegasnya.

Ia pun tidak menilai buruk Formula E ini. Menurutnya semua ini tentang waktu dan skala prioritas.

"Programnya juga gak jelek ya. Tapi tinggal waktu aja, kalau memang ga boleh, ya ngalah dulu. Ga usah dipaksakan,"  pungkas Pras.

Sebelumnya, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) merilis kalender balap musim ke-10 dari Formula E.

Baca Juga: Daftar 121 Produk Pro Israel yang Diserukan untuk Diboikot, Beredar Luas di Medsos, Banyak Dijual di Indonesia

Namun, dalam kalender tersebut tak tertulis nama Jakarta. Padahal, sejatinya Formula E akan dilaksanakan di ibukota pada Sabtu, 8 Juni 2024 mendatang.

FIA menyebut, pembatalan ini karena waktu pelaksanaan ajang balap mobil listrik itu bertepatan dengan masa kampanye Pilpres 2024.

"Acara yang direncanakan di Jakarta pada Sabtu, 8 Juni tidak akan dilaksanakan setelah diumumkannya masa kampanye dalam pemilihan Presiden Indonesia sepanjang bulan Juni," tulis FIA dalam keterangannya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.