Sejarah Berdirinya PNI, Partai Pemenang pada Pemilu Pertama Tahun 1955

AKURAT JAKARTA - Partai Nasional Indonesia (PNI) merupakan salah satu partai politik kontestan Pemilu pertama tahun 1955.
PNI ini merupakan salah satu partai politik yang sudah ada sejak tahun 1927 atau dalam sejarah masuk kategori Sejarah Pergerakan Nasional.
Pendiri PNI adalah Soekarno pada 4 Juli tahun 1927 di Kota Bandung, Jawa Barat.
Dilansir dari britannica.com, PNI menjadi partai politik tertua di Indonesia.
Baca Juga: Sempat Menjadi Partai Besar, Bagaimana Sejarah PKI Mampu Menggaet Suara Besar di Pemilu
Berdirinya PNI
Mulanya PNI lahir berbentuk organisasi untuk meluapkan rasa nasionalisme Indonesia di era penjajahan Belanda.
Lalu pada 4 Juli 1927, Soekarno membentuk gerakan yang dinamakan Persatuan Nasional Indonesia.
Setahun kemudian, pada Mei 1927, namanya diubah menjadi Partai Nasional Indonesia.
Tujuannya adalah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan politik kepulauan Indonesia.
PNI dibentuk pada dasar dan gagasan untuk tidak pernah bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda.
Hingga akhirnya gerakan tersebut berkembang. Tercatat pada bulan Desember 1929, PNI memiliki anggota kurang lebih 10.000.
Melihat perkembangan yang cukup pesat tersebut, pemerintah kolonial Belanda khawatir.
Mereka kemudian menangkap Soekarno dan tujuh pimpinan PNI pada Desember 1929.
Baca Juga: Kapan Cap Go Meh 2024? Ini Tanggal dan Sejarah Singkatnya
Soekarno dan tujuh pimpinan tersebut diadili karena dianggap mengancam ketertiban umum.
Akibatnya, PNI kemudian dibubarkan pada 25 April 1931. Namun, pergerakan itu masih tetap ada.
Buktinya dibentuk Partindo pada April 1931. Namun, hal itu ditolak oleh Mohammad Hatta, sehingga dibentuk kembali PNI-Baru atau Pendidikan Nasional Indonesia.
PNI terus berkembang hingga kemerdekaan Indonesia. Pada Pemilu pertama tahun 1955, PNI menjadi pemenangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








