Ingin Beralih dari Kopi ke Teh? 4 Hal Ini Bisa jadi Pertimbangan

AKURAT JAKARTA - Minum secangkir kopi di pagi hari sudah menjadi rutinitas bagi sebagian orang.
Sebagian orang bahkan memanfaatkan secangkir kopi untuk meningkatkan konsentrasi sebelum memulai hari.
Sayangnya, terlalu banyak minum kopi bisa menyebabkan ketergantungan kafein, mengingat kandungan kafein dalam kopi terbilang cukup tinggi.
Menurut Alice Lichtenstein, profesor di Tufts Friedman School of Nutrition Science and Policy, batas aman konsumsi kafein harian bagi orang dewasa adalah 400mg kafein atau setara dengan empat hingga lima cangkir kopi.
Karena hal tersebut, tak sedikit orang yang mencoba beralih dari kopi ke teh dengan alasan kesehatan. Lalu, apakah benar teh bisa menjadi pengganti kopi? Berikut 4 hal yang bisa menjadi pertimbangan untuk mengganti teh ke kopi.
1. Kandungan Kafein
Kandungan kafein dalam teh umumnya memang lebih rendah daripada kopi. Misalnya seperti teh hitam yang kandungan kafeinnya adalah setengah dari secangkir kopi.
Meski begitu, kandungan kafein dalam teh sebenarnya bisa saja berbeda karena beberapa faktor. Salah satunya yaitu karena proses penyeduhan teh maupun kopi yang bisa memengaruhi kadar kafein.
Namun jika kamu ingin beralih dari kopi karena alasan kesehatan, teh hitam bisa menjadi alternatif pengganti kopi.
2. Variasi Rasa
Sama halnya dengan kopi, teh juga memiliki variasi berbagai macam rasa. ADa teh hitam yang memiliki rasa paling kuat, teh hijau dengan rasa yang lebih ringan dan segar, teh herbal yang memiliki nol kafein, dan teh dengan rasa buah-buahan atau rempah.
3. Manfaat Kesehatan
Jika teh hitam dinilai pas sebagai pengganti secangkir kopi, teh hijau justru dikenal karena manfaat bagi kesehatan. Teh hijau mengandung antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dan baik untuk kesehatan jantung.
4. Baik untuk Pencernaan
Bagi sebagian orang kopi memiliki efek merangsang sistem pencernaan, berbeda dengan teh yang cenderung lebih lembut pada perut. Jadi, apabila kamu memiliki perut yang sensitif teh bisa menjadi alternatif yang tepat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Bochum vs Mainz 05 di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Dominasi Tim Bundesliga?
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Hamburger SV vs Eintracht Frankfurt di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Rapuh
- 5Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 6Prediksi Skor Sonnenhof Grossaspach vs Augsburg di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Die Fuggerstadter
- 7Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Werder Bremen di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah BVB Mempertahankan Dominasi?
- 8Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








