Menelusuri Manisnya Tradisi Betawi Lewat Dodol, Warisan Rasa yang Tak Lekang oleh Zaman

AKURAT JAKARTA - Dodol Betawi merupakan makanan tradisional nusantara yang mempunyai citarasa manis dan juga sudah menjadi simbol budaya yang sarat makna dan sejarah.
Dodol Betawi biasanya hadir dalam momen-momen penting seperti Lebaran, hajatan, hingga upacara adat.
Teksturnya yang kenyal, lengket, dan rasanya yang legit menjadikan sajian khas ini digemari semua kalangan masyarakat.
Baca Juga: Hutan Kota GBK, Tempat Healing Favorit Warga di Tengah Beton Ibu Kota
Rahasia kelezatan dodol Betawi terletak pada tiga bahan utama, yaitu ketan yang pulen, gula merah yang kaya rasa, dan santan kelapa yang menghadirkan aroma harum menggoda.
Walaupun penampilannya terlihat sangat sederhana, ternyata proses pembuatannya cukup rumit dengan membutuhkan waktu berjam-jam dan tenaga ekstra.
Adonan harus terus diaduk dalam kuali besar selama lebih dari delapan jam agar tak gosong, sebuah kerja keras yang mencerminkan ketekunan dan semangat kebersamaan.
Kawasan Condet, Jakarta Timur, dikenal sebagai salah satu penjaga tradisi dodol Betawi yang masih hidup hingga kini.
Di daerah ini, pembuatan dodol dilakukan secara turun-temurun oleh warga sejak puluhan tahun silam, menjadikannya warisan rasa yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.
Bagi masyarakat Betawi, dodol Betawi memiliki makna filosofis yang mendalam.
Baca Juga: Naik Bus ke Jakarta dari Sentul Cuma Rp3.500? Cek Jadwal dan Rutenya di Sini
Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya tali persaudaraan masyarakat Betawi.
Sementara proses pembuatannya yang memerlukan banyak orang menggambarkan nilai gotong royong yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Betawi.
Kini, dodol Betawi tak hanya bisa dinikmati saat Lebaran.
Baca Juga: Jangan Dibuang Dulu! Ini Tips Cara Simpan Nasi Sisa agar Tetap Enak Dimakan Besok
Berbagai pelaku UMKM telah mengemas dodol dalam bentuk modern, menjadikannya oleh-oleh khas Jakarta yang digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Meski begitu, cita rasa otentik tetap dijaga, agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak luntur oleh zaman.
Bagi wisatawan yang ingin menyelami lebih dalam warisan kuliner Betawi, mencicipi dodol buatan tangan di kampung-kampung budaya seperti Setu Babakan adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan.
Di sanalah, rasa, sejarah, dan tradisi menyatu dalam kenyalnya setiap gigitan dodol.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







