Sejarah Padel dan Manfaat Kesehatannya: Olahraga dari Halaman Rumah yang Mendunia

AKURAT JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel menjadi sorotan dan kian populer di berbagai daerah, termasuk Indonesia.
Lapangan-lapangan padel mulai bermunculan di kota-kota besar, dari Jakarta hingga Surabaya, bahkan merambah kawasan wisata.
Popularitas padel tidak lepas dari kemudahan aturan permainan, sensasi kompetitif yang seru, dan citra gaya hidup modern yang melekat pada olahraga ini.
Baca Juga: Rematch Tinju Selebritas El Rumi vs Jefri Nichol Malam ini, Catat Jam dan Cara Nontonnya!
Meskipun terkesan baru populer di masyarakat Indonesia, sejarah padel mempunyai cerita panjang yang sangat menarik.
Kini, padel telah menjelma menjadi olahraga hits yang digemari di berbagai penjuru dunia.
Olahraga ini awal mula diciptakan pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera di Acapulco, Meksiko.
Baca Juga: Daftar Terbaru 21 Kosmetik Bermasalah yang Dilarang BPOM, Ada Produk Andalan Kamu?
Kala itu, Corcuera memodifikasi lapangan tenis di rumahnya karena keterbatasan lahan, menambahkan dinding di sekelilingnya, dan menciptakan aturan khusus yang membedakannya dari tenis.
Setelah itu, padel diperkenalkan di Spanyol oleh Alfonso de Hohenlohe pada 1974, lalu berkembang pesat di kalangan sosialita Eropa.
Argentina kemudian menjadi negara kedua yang mengadopsi padel secara masif, menjadikannya salah satu olahraga terpopuler di sana sejak 1990-an.
Baca Juga: Semangka, Buah Surga yang Menyegarkan dan Bersahabat bagi Penderita Hipertensi
Keunikan permainan ini terletak pada lapangan yang lebih kecil dari tenis, dikelilingi dinding kaca atau kawat, dan permainan yang umumnya dilakukan berpasangan.
Selain menawarkan hiburan, padel juga menyimpan banyak manfaat kesehatan.
Bila kita konsisten melakukan olahraga ini, kebugaran tubuh akan terjaga karena bisa membakar kalori dalam jumlah yang banyak.
Padel juga membantu melatih refleks sekaligus meningkatkan kecepatan berpikir.
Berbeda dengan tenis, lapangan padel mempunyai jarak lari yang lebih pendek, sehingga lebih relatif aman bagi sendi.
Dari sisi mental, olahraga ini bisa memicu pelepasan endorfin yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.
Baca Juga: Olahraga Lebih Ampuh dari Obat? Studi Ungkap Solusi Ampuh Lawan Depresi dan Kecemasan
Karena umumnya dimainkan bersama orang lain, olahraga ini juga mempererat interaksi sosial dan menciptakan rasa kebersamaan.
Tak mengherankan jika saat ini padel menjadi opsi favorit bagi mereka yang menginginkan olahraga menyenangkan sekaligus menyehatkan.
Berawal dari ide kreatif di halaman rumah, olahraga ini kini berkembang pesat popularitasnya dan menjadi tren di berbagai negara.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




