3 Jenis Minyak Goreng Paling Sehat yang Jarang Diketahui Banyak Orang

AKURAT JAKARTA - Menjaga kesehatan tubuh adalah hal penting yang tidak bisa kamu abaikan.
Salah satu cara sederhana untuk tetap sehat adalah dengan memilih minyak goreng terbaik bagi kebutuhan memasak sehari-hari.
Banyak orang menyukai makanan yang digoreng, namun perlu kamu tahu bahwa proses penggorengan dapat mengubah struktur kimia pada makanan dan minyak, sehingga bisa berdampak pada kesehatan.
Baca Juga: 7 Manfaat Rebusan Air Lengkuas untuk Kesehatan
Karena itu, penting bagi kamu untuk menggunakan minyak goreng yang stabil pada suhu tinggi serta memiliki kandungan lemak sehat.
Beberapa jenis minyak terbukti lebih aman dipakai untuk menggoreng, sekaligus memberi manfaat tambahan bagi tubuh.
Dengan memahami karakteristik minyak yang tepat, kamu bisa tetap menikmati makanan favorit tanpa harus khawatir berlebihan terhadap risiko penyakit.
Baca Juga: 10 Obat Kuat Alami untuk Pria, Tingkatkan Stamina dan Performa Seksual
1. Minyak zaitun
Minyak ini punya titik asap hingga 210 derajat Celsius dan kaya antioksidan.
Kandungan MUFA (lemak tak jenuh tunggal) yang dominan membuatnya lebih tahan panas dan lebih kecil kemungkinan menghasilkan zat berbahaya.
2. Minyak alpukat
Stabil dipakai menggoreng hingga suhu 180 derajat Celsius selama berjam-jam.
Penelitian menunjukkan minyak alpukat memiliki kapasitas antioksidan tertinggi dibanding minyak kedelai, wijen, maupun almond, bahkan setelah digunakan berulang kali.
Baca Juga: Jakarta Heritage: Rute Baru Menjelajahi Luasnya Ibu Kota dengan Bus Tingkat Terbuka
3. Minyak dedak padi
Memiliki titik asap lebih tinggi, yakni 232 derajat Celsius, dan kaya antioksidan.
Minyak ini juga bisa dicampur dengan minyak lain, seperti zaitun atau bunga matahari, untuk menghasilkan kombinasi yang lebih stabil.
Baca Juga: Berisiko Picu Penyakit, 10 Makanan Ini Tak Boleh Lama Disimpan
Menggunakan minyak goreng sehat bukan sekadar pilihan, melainkan langkah bijak untuk menjaga tubuh tetap bugar.
Jadi, mulai sekarang, kamu bisa lebih selektif dalam menentukan minyak mana yang layak dipakai untuk mengolah hidangan sehari-hari. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






