Ingin Coba Tantangan Plank 30 Hari Tanpa Libur? Ketahui Dulu Plus dan Minusnya

AKURAT JAKARTA - Plank 30 hari sering disebut sebagai tantangan sederhana yang hasilnya luar biasa.
Banyak orang percaya plank 30 hari mampu membuat tubuh lebih kuat dalam waktu singkat.
Namun, plank 30 hari tidak selalu sesederhana yang terlihat—ada prinsip dan teknik yang perlu kamu pahami dulu.
Baca Juga: Hubungan Mulai Terasa Hambar Bukan Akhir Segalanya, Ini Alasannya
Tanpa persiapan dan kontrol, manfaatnya bisa berkurang, bahkan berisiko menimbulkan cedera.
Karena itu, penting buat kamu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh selama tantangan ini.
Jika kamu siap menantang diri melakukan plank setiap hari selama 30 hari, sejumlah manfaat menarik bisa kamu rasakan.
Baca Juga: Terlihat Sederhana tapi Ini 5 Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental yang Jarang Disadari
Otot inti (core) akan beradaptasi, menciptakan fondasi gerak yang lebih stabil.
Aktivitas sehari-hari—membungkuk, mengangkat barang, berdiri lama—menjadi lebih nyaman karena tubuh bekerja lebih efisien.
Stabilitas ini juga melindungi kamu dari cedera ketika berpindah aktivitas atau bergerak cepat.
Baca Juga: Tak Perlu Jago Menulis, Begini Cara Memulai Journaling yang Bermanfaat untuk Kesehatan Mental
Keuntungan lain muncul pada postur.
Plank mengaktifkan otot punggung, bahu, dan inti yang menjaga kesejajaran tubuh.
Dengan latihan konsisten dan teknik yang benar, tekanan berlebih pada tulang belakang berkurang dan keluhan punggung bawah sering kali ikut mereda.
Baca Juga: Dongeng Anak: Kura-Kura Mengejar Mimpi
Di saat yang sama, keseimbangan dan koordinasi meningkat karena otot-otot penstabil belajar bekerja serempak—membantu kamu lebih sigap saat menaiki tangga, membawa belanjaan, atau berjalan di permukaan tidak rata.
Tetapi manfaat itu hanya muncul bila kamu menghindari kesalahan umum: pinggul terlalu rendah atau terlalu tinggi, menahan napas, dan berlatih terlalu lama tanpa progresi.
Tubuh perlu berada dalam garis lurus dari bahu ke tumit, dengan napas teratur dan variasi latihan yang meningkat secara bertahap.
Apakah semua orang cocok melakukannya setiap hari?
Pada dasarnya plank ramah sendi dan tidak membutuhkan alat.
Namun, bila kamu punya cedera punggung, nyeri bahu, atau kondisi tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat disarankan.
Baca Juga: Bingung Mau Kemana? Deretan Film Pilihan Bisa Temani Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Pilih durasi sesuai level: 15–30 detik untuk pemula, 30–60 detik untuk intermediate, dan 60–90 detik atau variasi menantang bagi yang lebih berpengalaman.
Ingat, kuncinya bukan siapa paling lama, tetapi teknik yang tepat dan waktu istirahat ketika tubuh memberi sinyal lelah.
Plank memang sederhana, tetapi dampaknya kuat.
Baca Juga: Stres Saat Liburan: Kenali Gejala, Atasi dengan Langkah Sederhana
Dengan disiplin, teknik benar, dan progresi yang wajar, kamu berpeluang mendapatkan core lebih stabil, postur lebih baik, dan koordinasi tubuh yang meningkat—tanpa harus menghabiskan waktu lama di gym.
Jadi, apakah kamu siap mencoba tantangan 30 hari secara cerdas? (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









