Jakarta

Dongeng Anak: Bangau Jahat VS Kepiting Cerdas

Zainal Abidin | 7 Januari 2026, 20:15 WIB
Dongeng Anak: Bangau Jahat VS Kepiting Cerdas

AKURAT JAKARTA - Di sebuah hutan yang rindang, ada sebuah kolam kecil yang menjadi rumah bagi banyak makhluk air.

Setiap hari, kolam itu dipenuhi tawa, permainan, dan persahabatan yang hangat.

Namun, seperti halnya kehidupan, tidak semua hari selalu berjalan tenang.

Baca Juga: Rahasia Makan Malam: 5 Menu Makanan Sebelum Tidur yang Bantu Berat Badan Naik Secara Sehat

Kadang, bahaya datang dengan cara yang tidak disangka, bahkan melalui kata-kata yang terdengar baik dan penuh janji.

Pada suatu musim kemarau, kisah tentang kecerdikan dan kewaspadaan pun dimulai.

Mari kita ikuti kisah mereka dalam dongeng berjudul "Bangau Jahat dan Kepiting Cerdas" yang diambil langsung dari channel Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat.co.

Baca Juga: Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Membuat Berat Badan Turun

Bangau Jahat VS Kepiting Cerdas 

Di sebuah kolam kecil yang tenang, hidup seekor kepiting bersama sekumpulan ikan yang lincah.

Mereka menjalani hari-harinya dengan damai, berenang dan bermain di air yang jernih.

Baca Juga: Ternyata Murah! Negara-Negara Ini Cocok untuk Traveler Hemat

Namun, ketika musim kemarau datang, keadaan berubah.

Air kolam mulai menyusut, tinggal sedikit di dasar, membuat para penghuni kolam cemas akan nasib mereka.

Pada suatu hari yang panas, seekor burung bangau melintas di langit dan melihat kolam yang hampir kering itu.

Baca Juga: Gunung Api Purba Nglanggeran, Wisata Hidden Gem yang Menakjubkan di Yogyakarta

Ia menatap ikan-ikan di dalamnya dengan pandangan licik, karena pikirannya dipenuhi niat jahat untuk menjadikan mereka santapannya.

Bangau itu kemudian berpura-pura sedih.

Ia berdiri di tepi kolam sambil menunduk, seolah sedang merenungi nasib dunia.

Baca Juga: Dari Susu hingga Lemak, 6 Mitos Nutrisi yang Membuat Salah Kaprah

Melihat tingkah itu, beberapa ikan mendekat dengan hati-hati.

Mereka penasaran dan bertanya, “Tuan Bangau, apa yang sedang Tuan pikirkan?”

Bangau menghela napas panjang lalu menjawab, “Aku sedang memikirkan kehidupan kalian. Air kolam ini makin sedikit, Aku takut sebentar lagi kalian semua akan mati kekeringan.”

Baca Juga: Liburan Usai, Mood Turun, Kenali Apa itu Post Holiday Blues

Kata-kata itu membuat ikan-ikan saling berbisik ketakutan.

Mereka lalu bertanya, “Lalu apa yang harus kami lakukan, Tuan Bangau?”

Bangau dengan nada meyakinkan berkata, “Jika kalian percaya padaku, aku akan membawa kalian satu per satu ke telaga besar di balik hutan.

Baca Juga: Waspada Isu Kesehatan Saat Musim Hujan Datang

Di sana airnya melimpah dan banyak bunga teratai yang indah.”

Namun seekor ikan tua menjawab ragu, “Tuan Bangau, sejak kapan seekor bangau peduli pada ikan? Bukankah kami makananmu?”

Bangau berpura-pura tersinggung dan berkata lembut, “Kalau kalian tak percaya, pilihlah satu perwakilan untuk ikut denganku melihat telaga itu.”

Baca Juga: Liburan Usai, Mood Turun, Kenali Apa itu Post Holiday Blues

Seekor ikan besar akhirnya dipilih.

Bangau membawa ikan itu terbang, dan tak lama kemudian ia kembali sendirian sambil berkata, “Benar kan? Ikan itu kini hidup bahagia di telaga.”

Ikan-ikan di kolam pun mulai percaya.

Baca Juga: 6 Strategi Membaca Lebih Banyak di 2026 Tanpa Terasa Dipaksa

Mereka setuju dibawa satu per satu ke “telaga impian” itu.

Tapi sebenarnya, bangau menjatuhkan mereka di bawah sebuah pohon besar dan melahapnya.

Hari demi hari, kolam itu semakin sepi, hanya menyisakan sedikit ikan.

Baca Juga: Air Hangat Rendaman Nanas, Minuman Sederhana dengan Manfaat Kesehatan Alami

Seekor kepiting yang cerdas menaruh curiga.

Bangau kembali datang dan berkata, “Hai kepiting, tidakkah kamu ingin ikut ke telaga juga seperti para ikan?”

Kepiting menjawab, “Baik Tuan Bangau, tapi biarkan aku memegang leher Tuan agar aku tidak jatuh.”

Baca Juga: Kota Belanda PIK 2, Destinasi Wisata Bernuansa Eropa di Kawasan Tangerang

Bangau pun terbang membawa kepiting.

Ketika di udara, kepiting melihat hamparan tulang ikan berserakan dekat semak-semak.

Kepiting pun sadar dan berkata, “Sang penipu kini tertipu!”

Baca Juga: Wisata Gratis 0 Rupiah di Jakarta, Tetap Seru Tanpa Keluar Biaya

Ia menjepit leher bangau sekuat tenaga hingga bangau jatuh dan mati.

Akhirnya, kepiting berhasil menyelamatkan dirinya dan mengungkap niat jahat bangau.

Kolam itu kembali damai, dan para penghuni belajar satu hal penting: berhati-hati bukan berarti penakut, melainkan bijaksana.

Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, Avatar Experience di Senayan City Tutup 11 Januari 2026

Mereka kini lebih waspada, tidak mudah percaya pada janji manis tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Cerita ini mengingatkan kita bahwa kebaikan sejati tidak pernah datang bersama tipu daya.

Dengan berpikir cerdas dan berhati-hati, kita bisa melindungi diri dan orang-orang di sekitar.

Baca Juga: Musim Hujan Mulai Tiba, Ini Daftar Minuman Tradisional yang Menghangatkan Tubuh

Versi animasi "Bangau Jahat dan Kepiting Cerdas" ini bisa ditonton di LINK ini.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.