Jakarta

Dongeng Anak: Tiga Ujian untuk Monyet Peniru

Zainal Abidin | 8 Januari 2026, 22:00 WIB
Dongeng Anak: Tiga Ujian untuk Monyet Peniru

AKURAT JAKARTA - Di sebuah hutan yang penuh tawa dan warna, setiap hari selalu ada kisah seru yang bisa dipelajari.

Hutan itu bukan hanya tempat bermain para hewan, tetapi juga tempat mereka belajar tentang keberanian, persahabatan, dan menjadi diri sendiri.

Pada suatu hari yang cerah, ada satu monyet kecil dengan kebiasaan unik yang akan menjalani petualangan tak terlupakan.

Baca Juga: Waspada Isu Kesehatan Saat Musim Hujan Datang

 

Mari kita ikuti kisah berjudul "Tiga Ujian untuk Monyet Peniru" berikut ini yang diambil langsung dari channel Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat.co.

Tiga Ujian untuk Monyet Peniru

Di sebuah hutan ceria yang penuh kicau burung dan pepohonan hijau, hiduplah seekor monyet kecil bernama Ciko.

Baca Juga: Gunung Api Purba Nglanggeran, Wisata Hidden Gem yang Menakjubkan di Yogyakarta

Ia selalu ceria dan suka berpetualang.

Ciko punya kebiasaan unik: ia suka meniru siapa saja!

Kalau ada yang melakukan sesuatu, ia langsung ikut-ikutan dengan gaya lucu.

Baca Juga: Ternyata Murah! Negara-Negara Ini Cocok untuk Traveler Hemat

Suatu hari, gajah sedang mandi di kolam besar.

Ciko ikutan nyebur, padahal cuma pakai ember kecil!

Semua hewan tertawa terbahak-bahak.

Baca Juga: Dari Susu hingga Lemak, 6 Mitos Nutrisi yang Membuat Salah Kaprah

Lain waktu, burung bernyanyi merdu.

Ciko coba ikut bernyanyi, tapi malah batuk-batuk sampai suara fals.

Teman-temannya berkata, “Ciko, kamu lucu banget! Kenapa sih selalu niru?”

Baca Juga: Rahasia Makan Malam: 5 Menu Makanan Sebelum Tidur yang Bantu Berat Badan Naik Secara Sehat

Ciko hanya tersenyum bangga, “Soalnya aku mau jadi paling keren di hutan!” katanya sambil menepuk dadanya.

Suatu pagi, muncullah seorang anak hutan bernama Tano.

Ia ceria, pintar, dan membawa keranjang buah sambil bersiul riang.

Baca Juga: Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Membuat Berat Badan Turun

Ciko terpesona. “Wah! Anak itu keren banget! Aku juga mau seperti dia!” seru Ciko sambil melompat-lompat.

Tano tersenyum ramah, “Kalau kamu mau jadi sepertiku, coba taklukkan tiga tantangan anak hutan.”

Ciko langsung jingkrak kegirangan, “Siap! Aku Ciko si Paling Hebat!”

Baca Juga: Dongeng Anak: Bangau Jahat VS Kepiting Cerdas

Tantangan pertama: membawa keranjang buah tanpa menjatuhkannya.

Ciko meniru gaya Tano berjalan dengan dua kaki… tapi BRUK! Ia jatuh dan buah berhamburan!

Tano menasihati, “Ciko, kamu nggak harus meniru gayaku. Gunakan caramu sendiri.” Ciko berpikir, “Aku kan monyet, bukan anak hutan!”

Baca Juga: Pantai Anyer, Pesona Wisata Bahari Favorit di Banten

Akhirnya Ciko menggendong keranjang di punggung dan melompat dari dahan ke dahan.

Dengan lincah, ia sampai di pondok tanpa menjatuhkan buah satu pun!

Tantangan kedua: menjatuhkan kelapa.

Baca Juga: Ujung Genteng, Wisata Pantai Alami dengan Keunikan yang Jarang Ditemui Warga Jakarta

Tano menjolok kelapa pakai galah bambu, Ciko ikut-ikutan lalu terjengkang. Tano ketawa.

Ciko lalu menemukan ide: Ia memanjat pohon kelapa lalu memetik kelapa. Tano memuji keberhasilan Ciko.

Tiba-tiba terdengar suara, “Tolong! Tolong!”

Baca Juga: Menikmati Puncak Bogor, Wisata Alam Favorit dengan Strategi Anti Macet

Seekor tupai kecil minta tolong dari atas pohon.

Itu adalah tantangan ketiga: menolong teman yang kesulitan.

Ciko tersenyum, “Tenang, biar aku tolong!” Ia melompat lincah, menggendong tupai, lalu meluncur turun dengan cepat.

Baca Juga: Coffee Shop Murah di Jakarta Pusat, Spot Nongkrong Favorit Anak Muda yang Wajib Dicoba

Semua hewan bersorak gembira.

Setelah semua selesai, Ciko tertawa lega.

“Ternyata lebih gampang kalau aku pakai caraku sendiri!” Tano mengangguk, “Benar, Ciko. Kamu hebat karena jadi dirimu sendiri.”

Baca Juga: Biar Nggak Kecewa, Ini 6 Trik Memilih Melon Matang Sempurna

Sejak hari itu, Ciko tetap belajar dari orang lain, tapi selalu percaya diri dengan caranya sendiri.

Sejak saat itu pula, hutan ceria kembali dipenuhi tawa, namun Ciko kini tertawa dengan rasa bangga yang berbeda.

Ia tetap senang belajar dan memperhatikan teman-temannya, tetapi tidak lagi lupa pada kelebihan dirinya sendiri.

Baca Juga: Ultraverse Festival Hadir Serentak di Jakarta, Surabaya dan Bali pada Akhir Januari 2026, Tampilkan Iwan Fals hingga GIGI dan Rossa

Ciko sadar bahwa setiap makhluk memiliki cara unik untuk menjadi hebat.

Ciko si monyet kecil pun tumbuh menjadi monyet yang percaya diri, lincah, dan selalu berani menjadi dirinya sendiri.

Versi animasi dari dongegn "Tiga Ujian untuk Monyet Peniru" ini bisa ditonton di LINK ini. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.