Jakarta

Dongeng Anak: Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi

Zainal Abidin | 10 Januari 2026, 21:15 WIB
Dongeng Anak: Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi

AKURAT JAKARTA - Pada zaman dahulu, ketika langit dan bumi masih terhubung oleh cahaya para dewa, hiduplah kisah indah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kisah berikut menceritakan tentang asal mula padi, tanaman yang menjadi sumber kehidupan manusia.

Melalui perjalanan penuh pengorbanan, keberanian, dan kasih sayang, dongeng berjudul "Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi" ini mengajak kita mengenal sosok Dewi Sri, dewi yang begitu mencintai manusia dan alam.

Baca Juga: Dongeng Anak: Tiga Ujian untuk Monyet Peniru

Kisah berjudul ""Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi"" ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.

Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi

Dahulu kala, di kahyangan yang penuh cahaya dan awan keemasan, hiduplah Dewi Sri, istri dari Batara Wisnu, sang dewa pemelihara alam semesta.

Baca Juga: OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Bukan Diagnosis hanya Pendukung Kualitas Hidup

Dewi Sri dikenal sebagai dewi tercantik dan paling baik hati di kahyangan.

Senyumnya membawa kedamaian, dan pikirannya selalu tertuju pada kesejahteraan manusia di bumi.

Suatu hari, Batara Wisnu memanggilnya dengan suara lembut namun penuh wibawa.

Baca Juga: Di Balik Sikap Tegar, Ini Alasan Pria Sulit Mengungkapkan Emosi

“Wahai istriku, turunkanlah dirimu ke bumi dan ajarkan manusia cara bercocok tanam, agar mereka tak kelaparan lagi,” titahnya.

Dengan penuh bakti, Dewi Sri menunduk dan mengangguk.

Ia pun turun ke bumi dalam wujud manusia, terlahir sebagai Putri Sri, anak raja Medang Kamulan.

Baca Juga: Mesra Beach, Destinasi Romantis Gunungkidul dengan Nuansa Alam yang Berbeda

Seiring waktu, Putri Sri tumbuh menjadi gadis anggun dan berhati lembut.

Ia suka membantu rakyat, menanam bunga, dan berbagi makanan dengan orang miskin.

Putri Sri memiliki saudara laki-laki bernama Sedana.

Baca Juga: Desa Wisata Hijau Bilebante, Harmoni Alam dan Budaya Ramah Lingkungan di Lombok Tengah

Mereka berdua sangat akrab; Sedana bijaksana dan selalu menjaga adiknya dari bahaya.

Suatu hari  datang lamaran untuk Sedana dari kerajaan lain.

Tapi Sedana menolak dengan halus karena ingin mengabdi pada keluarganya.

Baca Juga: Ini Pemenang Wonderful Indonesia Award 2025: Treasure Bay Bintan, Kebanggaan Wisata Indonesia

Penolakan itu membuat raja murka.

Dengan kesaktiannya, ia mengutuk Sedana menjadi seekor ular besar dan mengusirnya dari istana.

Ular Besar Sedana meluncur pergi menjauh dari istana.

Baca Juga: Pantai Kebo, Surga Camping Nyaman dengan Pemandangan Kerbau di Tepi Samudra

Putri Sri memandang kepergian ular dengan sangat sedih, air matanya menetes.

Putri Sri sangat terpukul. Ia menangis berhari-hari, tak sanggup melihat kakaknya menderita.

Akhirnya, ia memutuskan meninggalkan istana untuk mencari Sedana.

Baca Juga: Mengenal Lima Jenis Garam dan Perannya bagi Kesehatan Tubuh

Putri Sri menempuh perjalanan panjang melewati hutan lebat, sungai berkilau, dan bukit hijau.

Hatinya hanya satu: menemukan kakaknya tercinta.

Di tengah perjalanan, muncullah Kala Srenggi, raksasa jahat dan rakus dengan mata menyala dan gigi tajam.

Baca Juga: Manfaat Minum Air Chia Seed untuk Kesehatan dan Detoksifikasi Tubuh

“Hahaha! Cantik sekali kau, Dewi Sri! Aku akan menangkapmu!” teriaknya.

Putri Sri berdiri tegar dengan penuh keberanian.

“Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti siapa pun!” katanya lantang.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kelinci Pemberani dan Payung Ajaib

Ia berdoa dengan sepenuh hati, memohon kekuatan dari kahyangan.

Dengan doa sakti, Dewi Sri mengutuk Kala Srenggi menjadi seekor babi hutan yang kotor dan bau.

Namun raksasa itu tetap marah dan terus mengejarnya ke segala penjuru.

Lelah lari dan bersembunyi dari kejaran Babi Kala Srenggi, Putri Sri akhirnya memohon pertolongan kepada Batara Guru, dewa tertinggi.

Baca Juga: Selama Ini Dibuang, Kulit Apel Justru Punya Banyak Manfaat

Batara Guru mendengar doa itu.

Dengan belas kasih, ia mencabut nyawa Putri Sri agar terbebas dari penderitaan, dan tubuh sang Putri  perlahan masuk ke dalam bumi.

Dari tempat Putri Sri  berpulang, tumbuhlah tanaman yang indah — batangnya hijau, bijinya keemasan saat matang.

Baca Juga: Emas UBS Meroket di Pegadaian, Simak Rincian Harganya

Itulah padi, sumber makanan bagi seluruh manusia.

Kala Srenggi, si babi hutan, tahu bahwa padi berasal dari tubuh Putri Sri.

Ia pun selalu berusaha merusaknya.

Baca Juga: Lima Rekomendasi Destinasi Akhir Pekan di Jakarta, Mulai Wisata Edukatif hingga Konser Musik

Namun Sedana, yang kini menjadi ular, setia menjaga padi dari gangguan.

Sejak saat itu, masyarakat percaya bahwa Putri Sri –sang titisan roh Dewi Sri-- adalah dewi padi, pelindung kesuburan dan pembawa rezeki.

Cerita ini mengajarkan kita bahwa ketulusan hati membantu manusia akan membuahkan kebaikan bagi banyak orang.

Baca Juga: Investor Simak! Rincian Harga Emas Antam dan Ketentuan Pajak Terbaru per 10 Januari

 

Sejak saat itu pulalah, padi dihormati sebagai anugerah berharga bagi kehidupan manusia.

Setiap bulirnya mengingatkan kita pada pengorbanan Putri Sri yang tulus demi kesejahteraan banyak orang.

Hingga kini, masyarakat terus menjaga dan merawat padi dengan penuh rasa syukur, karena di dalamnya tersimpan pesan tentang kasih, kesetiaan, dan keberanian.

Versi animasi Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi ini bisa kamu tonton lewat LINK ini. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.