Bahaya Menyemprot Parfum di Leher yang Jarang Disadari, Ini Penjelasan Medisnya

AKURAT JAKARTA - Menyemprot parfum di leher sudah menjadi kebiasaan banyak orang karena dianggap mampu membuat aroma bertahan lebih lama sepanjang hari.
Area leher dinilai strategis karena dekat dengan hidung, sehingga wangi parfum terasa lebih kuat dan menyatu dengan tubuh pemakainya.
Namun, di balik sensasi harum tersebut, ada sejumlah risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian masyarakat umum.
Baca Juga: Panduan Aman Mencuci Buah dari Kotoran dan Residu Pestisida demi Kesehatan Tubuh
Secara medis, kulit leher termasuk bagian tubuh yang tipis dan lebih sensitif dibandingkan area kulit lainnya.
Kandungan alkohol dan zat kimia sintetis dalam parfum dapat memicu iritasi, kemerahan, rasa panas, hingga gatal berkepanjangan.
Pada orang dengan kulit sensitif, paparan parfum di leher bisa berkembang menjadi dermatitis kontak yang cukup mengganggu.
Baca Juga: Rahasia Sayap Ayam Crispy Meski Digoreng Pakai Sedikit Minyak
Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya flek hitam dan warna kulit yang menggelap di area leher.
Beberapa jenis parfum bersifat fotosensitif dan dapat bereaksi saat kulit terkena sinar matahari langsung.
Kondisi ini berisiko menimbulkan hiperpigmentasi yang sulit dihilangkan dan mengganggu penampilan jangka panjang.
Baca Juga: Komdigi Blokir Sementara Akses Grok
Menyemprot parfum di leher juga dapat memicu gangguan pernapasan ringan pada sebagian orang.
Letak leher yang dekat dengan hidung membuat partikel parfum mudah terhirup dan mengiritasi saluran napas.
Efek yang sering muncul antara lain pusing, mual, batuk, hingga sesak napas terutama pada penderita asma.
Baca Juga: Dongeng Anak: Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi
Dalam jangka panjang, penggunaan parfum berlebihan di area leher juga dikaitkan dengan gangguan sistem hormon.
Beberapa produk parfum mengandung phthalates yang diduga berpengaruh terhadap keseimbangan hormon tubuh.
Paparan rutin di sekitar leher dikhawatirkan dapat berdampak pada fungsi kelenjar tiroid meski masih perlu riset lanjutan.
Baca Juga: Investor Simak! Rincian Harga Emas Antam dan Ketentuan Pajak Terbaru per 10 Januari
Selain itu, alkohol dalam parfum dapat menyebabkan kulit leher menjadi kering dan kehilangan kelembapan alaminya.
Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mempercepat munculnya garis halus dan tanda penuaan dini.
Kulit leher yang menua lebih cepat sering kali sulit dirawat dibandingkan kulit wajah.
Baca Juga: Lima Rekomendasi Destinasi Akhir Pekan di Jakarta, Mulai Wisata Edukatif hingga Konser Musik
Agar tetap harum tanpa risiko, sebaiknya parfum disemprotkan pada pakaian atau area kulit yang tidak terlalu sensitif.
Penggunaan parfum dengan label hypoallergenic dan rendah alkohol juga lebih aman untuk kesehatan kulit. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






