Ternyata Buah Dicampur Susu Bisa Cegah Penyakit Kronis, Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT JAKARTA - Berbeda dari mitos yang menyebut bahwa mencampur buah dan susu dapat menyebabkan gangguan pencernaan, temuan terbaru dari seorang hepatologis ternama justru membalikkan anggapan tersebut.
Dr. Cyriac Abby Philips, seorang ahli hepatologi, menjelaskan bahwa mencampurkan buah dan produk susu seperti yoghurt justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, khususnya sistem pencernaan dan metabolisme.
Dikutip dari Hindustan Times, Minggu (15/6/2025), Dr. Philips menyatakan bahwa buah yang dikonsumsi bersama produk susu fermentasi menghasilkan efek sinbiotik.
Baca Juga: Perjalanan Nyaman, Harga Irit: Yuk Coba Voucher PulangPergiWithDAMRI!
Artinya, serat dari buah menjadi makanan bagi bakteri baik dalam yoghurt, sedangkan lemak dan protein dalam yoghurt membantu tubuh menyerap vitamin serta polifenol dari buah dengan lebih efisien.
Sebuah studi di Kanada mendukung pernyataan ini.
Penelitian terhadap 44 orang dewasa dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi smoothie berbahan blueberry kering, yoghurt, dan susu skim selama enam minggu menunjukkan hasil signifikan.
Baca Juga: Pantai hingga Tebing, Inilah 5 Tempat Berburu Sunrise Paling Keren di Jabodetabek
Meskipun tekanan darah tidak banyak berubah, kemampuan pembuluh darah untuk melebar meningkat sekitar 4 persen, indikasi penting bahwa risiko penyakit jantung dapat berkurang dalam jangka panjang.
“Mereka menyimpulkan bahwa kombinasi tersebut dapat mengurangi penambahan berat badan, risiko diabetes, dan penyakit jantung jika menggantikan camilan manis,” ujar Dr. Philips.
Agar manfaat maksimal, ia menyarankan menggunakan susu fermentasi tawar tanpa pemanis, seperti yoghurt Yunani, kefir, atau lassi.
Baca Juga: China Resmi Bebaskan Visa Transit untuk Turis Indonesia, Ini Daftar Syaratnya!
Buah berwarna cerah seperti beri, pepaya, dan mangga sangat dianjurkan karena kaya akan mikronutrien dan antioksidan.
Proporsi ideal adalah 150 gram buah dan 150 gram produk susu.
Bagi yang sensitif terhadap laktosa, alternatif berbasis kedelai atau kelapa tetap bisa digunakan.
Baca Juga: Liburan Jadi Bumerang, Waspadai 5 Kebiasaan yang Bikin Backpacker Bangkrut
Dengan paduan ini, kamu tidak hanya mendapatkan camilan lezat, tapi juga perlindungan jangka panjang terhadap penyakit kronis. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





