Murah Tapi Mematikan? Fakta Mengerikan di Balik Beras Oplosan

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini, isu mengenai beras oplosan kembali mencuat dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Beras oplosan adalah beras yang telah dicampur dengan bahan lain secara tidak semestinya, baik itu jenis beras berbeda kualitas maupun zat non-pangan seperti plastik, pewarna tekstil, bahkan pemutih.
Tujuannya hanya satu: menurunkan biaya produksi dan meraih untung sebanyak mungkin.
Baca Juga: Bukan Dari Warisan, Ini Cara Timothy Ronald Bisa Dapat Rp100 Miliar dalam Waktu Singkat!
Namun, konsekuensinya justru mengancam kesehatan kamu dan keluargamu.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pangan olahan seperti beras oplosan yang tidak memenuhi standar keamanan dan gizi masuk dalam kategori ancaman serius bagi masyarakat.
Jika dikonsumsi terus-menerus, bahan-bahan kimia dalam beras oplosan dapat merusak tubuh secara perlahan.
Dampaknya bisa bermacam-macam.
Gangguan pencernaan akut seperti mual, muntah, dan sakit perut adalah efek jangka pendek yang umum terjadi.
Namun dalam jangka panjang, paparan terhadap bahan kimia seperti pemutih bisa memicu kerusakan organ vital, kanker, hingga kekurangan gizi kronis.
Yang lebih mengkhawatirkan, zat asing dalam beras oplosan juga bisa menimbulkan reaksi alergi berat, terutama bagi kamu yang memiliki sensitivitas tinggi.
Untuk itu, kamu wajib waspada dan teliti saat memilih beras.
Jangan tergiur harga murah, karena bisa jadi kualitas dan keamanannya dikorbankan.
Baca Juga: Jazz Hilang, Orchestra Datang, Dieng Culture Festival 2025 Siap Bikin Kamu Terpukau
Membiasakan diri membeli beras dari sumber terpercaya, memeriksa label kemasan, dan memperhatikan aroma serta warna beras dapat menjadi langkah awal perlindungan diri.
Ingat, kesehatan tidak bisa ditawar-tawar.
Lebih baik kamu mengeluarkan sedikit biaya lebih untuk kualitas pangan yang aman, daripada menyesal di kemudian hari. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







