Jakarta

Waspada! Video Pendek Ternyata Bisa Bahayakan Kesehatan Mental

Zainal Abidin | 28 Juli 2025, 20:45 WIB
Waspada! Video Pendek Ternyata Bisa Bahayakan Kesehatan Mental

AKURAT JAKARTA - Maraknya video pendek atau short content di berbagai platform media sosial bukanlah hal yang mengejutkan.

Dari TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts, semua berlomba menyajikan hiburan singkat berdurasi 30 detik hingga 3 menit.

Gaya hidup serba cepat dan kebutuhan akan hiburan yang instan menjadi alasan mengapa konten jenis ini sangat digemari.

Baca Juga: Harapan Long Weekend di Agustus 2025 Pupus, Ini Penjelasannya!

Menurut laporan yang dikutip dari Onstarplus, sekitar 73 persen konsumen lebih menyukai video pendek karena dinilai sederhana, cepat dipahami, dan tidak memakan banyak waktu.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, kebiasaan ini ternyata menyimpan ancaman tersembunyi.

Salah satu efek buruk dari konsumsi video pendek secara berlebihan adalah menurunnya daya konsentrasi.

Baca Juga: Belanja Tenang, Anak Senang, Inilah 3 Tempat Bermain Anak di Jakarta Premium Outlets

Otak yang terlalu sering diberi rangsangan instan akan terbiasa mengharapkan kepuasan cepat.

Ini membuat kamu jadi lebih sulit untuk fokus pada aktivitas yang membutuhkan perhatian penuh dalam waktu lama.

Tak hanya itu, paparan dopamin yang tinggi saat menonton video pendek juga berpotensi menyebabkan kecanduan.

Baca Juga: Tomat Bukan Sekadar Sayur, tapi Superfood untuk Kesehatan Menyeluruh

Otak terus-menerus mencari sensasi menyenangkan dari konten berikutnya, sehingga kamu akan terus scrolling tanpa henti.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu keseimbangan emosi dan menimbulkan mood swing.

Perubahan suasana hati yang drastis seperti sedih lalu tiba-tiba senang hanya dalam hitungan menit bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Baca Juga: Gunung Rinjani Tutup Sementara Agustus Nanti, Cek Dulu 5 Jalur Pendakian yang Kena Dampaknya

Untuk menjaga kesehatan otak, kamu disarankan untuk mulai mengatur waktu konsumsi video pendek dan lebih banyak mengisi waktu dengan aktivitas yang membangun fokus seperti membaca, olahraga, atau bermeditasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.