Fakta Mengejutkan soal Pintu Darurat Pesawat yang Jarang Diketahui!

AKURAT JAKARTA - Pintu darurat pesawat selalu menarik perhatian, terutama bagi kamu yang pernah duduk di baris tersebut.
Mungkin kamu sempat berpikir: apa jadinya kalau pintu itu dibuka saat pesawat mengudara?
Pertanyaan ini sering muncul, apalagi setelah melihat demo keselamatan yang dilakukan awak kabin sebelum lepas landas.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Robux Gratis Tanpa Top Up, 100% Legal dan Terbukti
Tak sedikit penumpang yang penasaran, padahal membuka pintu darurat bukanlah perkara sepele.
Selain memegang peran vital dalam evakuasi, pintu darurat ternyata dilengkapi teknologi yang membuatnya hampir mustahil dibuka di udara.
Pintu darurat bukan sekadar jalur keluar tambahan, tapi bagian penting dari sistem keselamatan pesawat.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Robux Gratis dengan Aplikasi yang Real, Bukan Tipu-Tipu!
Menurut Dan Bubb, PhD, seorang mantan pilot dan ahli keselamatan penerbangan dari University of Nevada, pintu ini bisa menjadi penentu hidup dan mati saat insiden terjadi.
Produsen pesawat dan otoritas penerbangan internasional mengatur posisi pintu darurat sedemikian rupa agar semua penumpang dapat menjangkaunya dalam waktu maksimal 90 detik saat evakuasi.
Maka dari itu, kamu yang duduk di baris ini diminta untuk siap membantu awak kabin bila terjadi situasi darurat.
Baca Juga: Rumah Akar Kota Tua: Spot Prewedding Unik Bernuansa Vintage yang Jadi Incaran Fotografer
Namun, bagaimana jika ada yang mencoba membuka pintu tersebut di udara?
Jawabannya: hampir tidak mungkin. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekanan ekstrem antara kabin dan udara luar di ketinggian jelajah pesawat.
Tekanan di dalam kabin disetel setara dengan ketinggian 2.400 meter, sementara di luar bisa mencapai 10.000 meter.
Baca Juga: Tiket Gratis Konser Ayu Ting Ting, Serunya Rayakan 15 Tahun Berkarya dengan Duet Bareng Raja Dangdut
Selisih besar ini membuat pintu terkunci secara mekanis oleh tekanan udara itu sendiri.
Meski demikian, sejarah mencatat kasus unik di tahun 1971 oleh D.B. Cooper, yang berhasil melompat dari pesawat menggunakan tangga belakang Boeing 727.
Tapi Cooper tidak membuka pintu darurat, melainkan memanfaatkan fitur tangga yang kini telah diamankan dengan perangkat khusus bernama “Cooper vane”.
Meski tidak bisa dibuka di udara, membuka pintu darurat di darat juga bukan tanpa risiko.
Saat pintu dibuka, perosotan darurat langsung mengembang otomatis.
Tindakan sembrono ini bisa mengganggu operasi penerbangan dan membahayakan petugas bandara.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Konser Denny Caknan Bulan Agustus 2025, Terdekat di Malang dan Karanganyar
Contohnya terjadi pada Januari 2025 di Boston, saat seorang pria bernama Angel Luis Torres Morales membuka pintu darurat saat pesawat menuju landasan.
Ia langsung diamankan dan dikenai pasal interferensi penerbangan.
Kasus lain bahkan lebih ekstrem: pada April 2025, Shadi Taiseer Alsaaydeh tak hanya mencoba membuka pintu, tetapi juga menyerang pramugari.
Ia kini terancam hukuman 10 tahun penjara.
Konsekuensi hukum bagi tindakan ini sangat serius.
Di banyak negara, pelaku bisa dijatuhi hukuman pidana, denda besar, hingga masuk daftar larangan terbang.
Baca Juga: Bukit Kandang Pasuruan, Hidden Gem Rasa Luar Negeri yang Lagi Viral
Salah satu contoh paling dikenal adalah Steven Slater, pramugara JetBlue, yang keluar lewat pintu darurat menggunakan slide pada 2011.
Meski ia lolos dari hukuman penjara, karier dan reputasinya hancur.
Pintu darurat bukan untuk coba-coba.
Ia dirancang demi keselamatan, bukan sebagai pintu alternatif keluar.
Kalau kamu ingin selamat, patuhi instruksi awak kabin dan jangan pernah tergoda untuk menyentuhnya tanpa alasan darurat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








