Jarang Kontak Mata hingga Minim Gestur, Tanda Awal Autisme yang Sering Tidak Disadari pada Bayi

AKURAT JAKARTA - Mengenali tanda autisme sejak dini menjadi topik penting yang semakin banyak dibahas, terutama karena deteksi awal diyakini mampu membantu anak mendapatkan intervensi yang tepat lebih cepat.
Banyak orang tua yang belum memahami bahwa tanda autisme sudah bisa terlihat bahkan sebelum seorang anak mulai berbicara atau berjalan.
Mengenali tanda autisme sejak dini dapat memberi peluang besar bagi perkembangan anak dalam jangka panjang.
Karena itulah, mengenali gejala awal autisme pada bayi merupakan langkah penting yang tidak boleh disepelekan.
Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan neurologis dan perkembangan yang memengaruhi kemampuan berkomunikasi, keterampilan sosial, hingga proses belajar.
Kondisi ini sebenarnya sudah ada sejak lahir, tetapi sering kali baru terdiagnosis setelah anak memasuki usia toddler atau prasekolah.
Namun, menurut para ahli perkembangan anak, sejumlah tanda awal autisme dapat terdeteksi sejak bayi berusia 6 hingga 12 bulan, bahkan kadang lebih cepat.
Mengetahui gejala ini sejak dini memberi kesempatan lebih besar bagi anak untuk memperoleh dukungan dan penanganan yang sesuai.
Setiap anak memang berkembang dengan kecepatan yang berbeda.
Namun, bayi dengan autisme biasanya menunjukkan keterlambatan terhadap tonggak perkembangan tertentu atau melewatkannya sama sekali.
Misalnya bayi yang tidak menunjukkan ketertarikan sosial, jarang bersuara, atau tidak merespons panggilan.
Perlu dipahami bahwa tanda-tanda ini bukan diagnosis pasti, tetapi indikator awal yang perlu dievaluasi oleh dokter anak atau ahli perkembangan.
1. Jarang kontak mata
Salah satu tanda awal adalah kontak mata yang jarang.
Umumnya, pada usia sekitar 2 bulan, bayi sudah mampu menatap wajah orang di sekitarnya cukup lama.
Baca Juga: 5 Super Food untuk Gigi Lebih Kuat dan Sehat
Kontak mata membantu membangun ikatan emosional dan belajar memahami dunia.
Namun bayi dengan autisme cenderung jarang melakukan eye contact serta mengalami kesulitan dalam joint attention, yaitu kemampuan untuk menoleh dari objek ke wajah orang lain untuk berbagi pengalaman.
2. Tidak merespon saat dipanggil
Baca Juga: 5 Super Food untuk Gigi Lebih Kuat dan Sehat
Tanda berikutnya adalah tidak merespons saat namanya dipanggil.
Pada usia sekitar 6 bulan, sebagian bayi sudah bisa menoleh ketika mendengar namanya.
Jika bayi jarang merespons hingga usia 9 bulan, ini bisa menjadi tanda risiko autisme.
Baca Juga: Tanda-Tanda Sakit Kepala yang Bisa Mengarah ke Kejang, Jangan Sampai Diabaikan!
3. Jarang menggunakan gesture
Kemudian, bayi dengan autisme juga jarang menggunakan gestur, seperti menunjuk atau melambai.
Padahal, pada usia 12–18 bulan, anak umumnya sudah mulai menggunakan gestur untuk berkomunikasi.
Baca Juga: SpongeBob hingga PAW Patrol, Nickelodeon Play Center Resmikan Dua Lokasi Baru di Indonesia
Minimnya penggunaan gerak tubuh dapat mengganggu proses komunikasi awal.
Selain di atas, tanda autis lainnya termasuk ekspresi wajah yang terbatas, keterlambatan bicara atau regresi kemampuan, serta minat yang berulang dan intens terhadap benda atau aktivitas tertentu.
Beberapa anak tampak berkembang normal pada awalnya, tetapi kemudian kehilangan kemampuan bahasa antara usia 15–24 bulan.
Baca Juga: Gen Z Wajib Tahu! Bahaya Mengonsumsi Matcha Secara Berlebihan
Autisme memang tidak bisa dicegah, tetapi deteksi dini dapat membuka peluang lebih besar untuk membantu anak berkembang dengan baik.
Jika kamu melihat tanda-tanda tersebut pada bayi, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut dan skrining perkembangan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






