Jakarta

Dongeng Anak: Keledai dan Sapi Kena Batunya

Zainal Abidin | 29 Desember 2025, 19:00 WIB
Dongeng Anak: Keledai dan Sapi Kena Batunya

AKURAT JAKARTA - Di sebuah kampung yang subur dan damai, ada kandang besar tempat berbagai hewan ternak tinggal.

Setiap hari kamu bisa mendengar suara langkah para petani, gemericik air sawah, dan deru angin yang menyapa ladang.

Di sanalah, seekor sapi dan seekor keledai hidup berdampingan.

Baca Juga: Catat Lokasinya! Konser Gratis Raisa Bakal Meriahkan Malam Tahun Baru di Bandung

Dari luar, semuanya tampak biasa saja — namun sebenarnya, ada kisah menarik tentang rasa iri, tipu daya, dan akibatnya.

Mari kita ikuti kisah mereka dalam dongeng berjudul "Keledai dan Sapi Kena Batunya" yang diambil langsung dari channel Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat.co.

Keledai dan Sapi Kena Batunya

Baca Juga: Prediksi Skor Atalanta vs Inter Milan di Serie A, 29 Desember 2025: Ujian Berat La Dea Hadapi Penguasa Lombardy

Di sebuah kampung pertanian, hiduplah seorang saudagar kaya yang memiliki beberapa hewan ternak.

Di antaranya seekor sapi dan seekor keledai.

Keledai sering dipekerjakan membawa barang dagangan ke pasar, dan kadang-kadang ditunggangi kalau tidak ada barang bawaan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram, Segini Update Harganya

Sapi setiap hari bekerja membajak sawah dan menggiling biji-bijian.

Tubuhnya kuat, tapi ia sering merasa kelelahan.

Suatu hari, sapi memperhatikan kandang keledai.

Baca Juga: Pahami Aturan PPh 22 untuk Transaksi Beli dan Buyback Emas

Kandang itu tampak bersih, jeraminya empuk, dan makanan cukup tersedia.

Keledai tampak beristirahat dengan tenang.

Sapi merasa iri. “Enaknya jadi keledai,” gumamnya.

Baca Juga: Konser Gratis Dewa 19 feat Ello Ramaikan Malam Tahun Baru di Ancol

“Aku terus bekerja membajak sawah dari pagi sampai sore, sementara dia bisa tidur nyenyak.”

Akhirnya sapi mendekati keledai dan mengeluh.

“Sungguh enak hidupmu. Aku membajak setiap hari, sedangkan kamu hanya istirahat dan makan enak.”

Baca Juga: Dongeng Anak: Kisah Putri Duyung dari Kerajaan Bak Mandi

Keledai yang merasa pintar memberi saran.

“Kalau kau ingin istirahat, berpura-puralah sakit. Saat dipasang bajak, rebahkan tubuhmu. Jangan makan rumput agar terlihat lemah.”

Sapi pun menurut. Keesokan harinya, ketika hendak dibawa ke sawah, ia berbaring saja dan tidak mau bangkit meski dipukul ringan oleh buruh tani.

Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Menguat

Buruh tani mencoba memberi rumput segar, tapi sapi tidak menyentuhnya.

Ia hanya menutup mata seolah sakit parah.

Melihat sapi tidak sanggup bekerja, sang saudagar memerintahkan pekerjanya membawa keledai untuk membajak sawah.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru, BigBang Festival 2025 Hadirkan Kemeriahan di JIExpo

Keledai kaget tak percaya.

Maka keledai yang tadinya santai, kini harus dipasang bajak dan dibawa ke sawah.

Sepanjang hari ia bekerja keras di bawah terik matahari.

Baca Juga: Jakcloth hingga Tur Basement, Ikuti Serunya Libur Tahun Baru di Lawang Sewu

Sore hari keledai kembali ke kandang dengan tubuh lecet dan penuh keringat.

Ia menatap sapi dengan marah.

Keesokan paginya sapi masih berpura-pura sakit.

Baca Juga: Enam Jalur Ditutup, Ini Rahasia di Balik Penutupan Gunung Rinjani Selama 3 Bulan ke Depan

Lagi-lagi buruh tani membawa keledai ke sawah untuk menggantikan.

Malamnya, keledai mendekati sapi dengan suara kesal.

“Aku menyesal memberi saran bodoh. Karena kamu berpura-pura sakit, aku yang harus menderita!”

Baca Juga: Mau ke Ragunan Saat Nataru? Ini Hal Penting yang Harus Kamu Tahu

Keledai kemudian berbisik serius.

“Aku dengar, jika besok kau tetap tidak mau bangun, tuanmu akan menjualmu ke tukang jagal untuk dijadikan daging.”

Sapi langsung ketakutan. Ia sadar nasibnya bisa berakhir tragis.

Baca Juga: Ide Sederhana yang Bisa Dilakukan Agar Euforia Tahun Baru Bisa Dirasakan Setiap Harinya

“Baiklah, besok aku akan kembali bekerja. Aku tidak mau mati sia-sia,” katanya dengan suara gemetar.

Keesokan paginya, buruh tani datang ke kendang sapi membawa seorang pedagang ke kandang.

“Hari ini kamu dijual untuk jadi sate,” katanya ke sapi.

Baca Juga: Dari Bogor hingga Bali, Taman Safari Ajak Kamu Belajar Sambil Berwisata di Libur Akhir Tahun

Sapi terperangah dan menangis dalam hati.

Ia menyesal telah mendengarkan saran buruk keledai dan berpura-pura sakit.

Tapi penyesalan itu sudah tak ada gunanya.

Baca Juga: Wi-Fi Gratis di Bandara Aman? Fakta yang Mungkin Belum Kamu Sadari Saat Liburan

 

Begitulah akhir kisah tentang keledai dan sapi yang sama-sama ingin hidup lebih ringan, tetapi memilih jalan yang salah.

Kadang, ketika kamu melihat hidup orang lain tampak lebih enak, mudah sekali muncul rasa iri dan godaan untuk berbuat curang.

Namun cerita ini menunjukkan bahwa kelicikan dan kemalasan hanya akan membawa penyesalan.

Baca Juga: Dongeng Anak: Tiga Ekor Kambing dan Serigala

Jauh lebih baik bekerja dengan jujur, bersyukur atas tugas yang kamu miliki, dan berhati-hati memilih nasihat.

Versi animasi "Keledai dan Sapi Kena Batunya" ini bisa ditonton di LINK ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.