Jakarta

Bahaya Menyemprot Parfum di Leher yang Jarang Disadari, Ini Penjelasan Medisnya

Zainal Abidin | 11 Januari 2026, 18:30 WIB
Bahaya Menyemprot Parfum di Leher yang Jarang Disadari, Ini Penjelasan Medisnya

AKURAT JAKARTA - Menyemprot parfum di leher sudah menjadi kebiasaan banyak orang karena dianggap mampu membuat aroma bertahan lebih lama sepanjang hari.

Area leher dinilai strategis karena dekat dengan hidung, sehingga wangi parfum terasa lebih kuat dan menyatu dengan tubuh pemakainya.

Namun, di balik sensasi harum tersebut, ada sejumlah risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian masyarakat umum.

Baca Juga: Panduan Aman Mencuci Buah dari Kotoran dan Residu Pestisida demi Kesehatan Tubuh

Secara medis, kulit leher termasuk bagian tubuh yang tipis dan lebih sensitif dibandingkan area kulit lainnya.

Kandungan alkohol dan zat kimia sintetis dalam parfum dapat memicu iritasi, kemerahan, rasa panas, hingga gatal berkepanjangan.

Pada orang dengan kulit sensitif, paparan parfum di leher bisa berkembang menjadi dermatitis kontak yang cukup mengganggu.

Baca Juga: Rahasia Sayap Ayam Crispy Meski Digoreng Pakai Sedikit Minyak

Bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya flek hitam dan warna kulit yang menggelap di area leher.

Beberapa jenis parfum bersifat fotosensitif dan dapat bereaksi saat kulit terkena sinar matahari langsung.

Kondisi ini berisiko menimbulkan hiperpigmentasi yang sulit dihilangkan dan mengganggu penampilan jangka panjang.

Baca Juga: Komdigi Blokir Sementara Akses Grok

Menyemprot parfum di leher juga dapat memicu gangguan pernapasan ringan pada sebagian orang.

Letak leher yang dekat dengan hidung membuat partikel parfum mudah terhirup dan mengiritasi saluran napas.

Efek yang sering muncul antara lain pusing, mual, batuk, hingga sesak napas terutama pada penderita asma.

Baca Juga: Dongeng Anak: Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi

Dalam jangka panjang, penggunaan parfum berlebihan di area leher juga dikaitkan dengan gangguan sistem hormon.

Beberapa produk parfum mengandung phthalates yang diduga berpengaruh terhadap keseimbangan hormon tubuh.

Paparan rutin di sekitar leher dikhawatirkan dapat berdampak pada fungsi kelenjar tiroid meski masih perlu riset lanjutan.

Baca Juga: Investor Simak! Rincian Harga Emas Antam dan Ketentuan Pajak Terbaru per 10 Januari

Selain itu, alkohol dalam parfum dapat menyebabkan kulit leher menjadi kering dan kehilangan kelembapan alaminya.

Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mempercepat munculnya garis halus dan tanda penuaan dini.

Kulit leher yang menua lebih cepat sering kali sulit dirawat dibandingkan kulit wajah.

Baca Juga: Lima Rekomendasi Destinasi Akhir Pekan di Jakarta, Mulai Wisata Edukatif hingga Konser Musik

Agar tetap harum tanpa risiko, sebaiknya parfum disemprotkan pada pakaian atau area kulit yang tidak terlalu sensitif.

Penggunaan parfum dengan label hypoallergenic dan rendah alkohol juga lebih aman untuk kesehatan kulit. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.